Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

RI Dorong Perlindungan Anak di Era AI melalui UNESCO

📅 Senin, 19 Okt 2026, 01:00 WIB | Oleh:
RI Dorong Perlindungan Anak di Era AI melalui UNESCO Doc: istimewa
Ket. Artificial intelligence/AI

Jakarta – Indonesia menyerukan agar kebijakan global mengenai penggunaan perangkat digital dan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) oleh anak-anak dan generasi muda mempertimbangkan keragaman geografis, budaya, pendidikan, serta kesenjangan digital.

Dalam Sidang ke-225 Dewan Eksekutif UNESCO di Paris, Wakil Delegasi Tetap RI untuk UNESCO IGAK Satrya Wibawa menegaskan pentingnya membangun ekosistem digital yang sehat, aman, dan inklusif.

“Pertanyaannya bukan sekadar apakah anak boleh menggunakan perangkat digital, melainkan kapan, untuk tujuan apa, dan pada tahap perkembangan mana teknologi memberikan manfaat pendidikan yang optimal,” ujar Satrya dalam keterangan tertulis, Sabtu (18/10).

Dikutip dari Antara, Satrya menekankan bahwa kebijakan penggunaan teknologi harus berlandaskan bukti ilmiah, bukan semata-mata kekhawatiran terhadap dampaknya.

Salah satu agenda sidang membahas proposal Pakistan mengenai pedoman penggunaan perangkat digital oleh anak dan generasi muda serta dampaknya terhadap kemampuan dasar belajar dan perkembangan kognitif. Indonesia turut mendukung inisiatif tersebut.

Kajian yang diusulkan mencakup pengaruh telepon pintar, tablet, durasi waktu layar (screen time), serta perbandingan pembelajaran digital dan nondigital terhadap literasi, numerasi, rentang perhatian, dan kemampuan berpikir kritis.

Menurut Satrya, teknologi harus menjadi pendukung, bukan pengganti interaksi manusia dalam pendidikan. Ia juga mengingatkan bahwa dampak perangkat digital dapat berbeda sesuai kondisi masing-masing negara.

“Tidak ada satu kebijakan yang otomatis tepat bagi semua negara. Di sebagian wilayah, penggunaan perangkat digital secara berlebihan dapat mengganggu pembelajaran. Namun, di wilayah lainnya, teknologi justru menjadi jembatan utama bagi anak-anak untuk memperoleh akses pendidikan,” katanya.

Di Indonesia, perlindungan keselamatan, privasi, dan kepentingan terbaik anak dalam ruang digital telah diatur melalui Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak (PP TUNAS).

Agenda lainnya membahas penyusunan instrumen standar internasional untuk melindungi sekaligus memberdayakan generasi muda di lingkungan digital berbasis AI. Cakupannya meliputi media sosial, algoritma, gim digital, dunia virtual, chatbot, hingga pendamping berbasis AI.

UNESCO menyoroti risiko berupa manipulasi informasi, diskriminasi algoritmik, ketergantungan teknologi, gangguan kesejahteraan psikologis, dan penurunan kemampuan berpikir mandiri. Rekomendasi internasional tersebut dijadwalkan untuk dipertimbangkan dalam Konferensi Umum UNESCO pada November 2027.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...

Bayern Menggila, Arsenal dalam Ancaman

18 menit yang lalu | Sujar

Olahraga
Bayern Menggila, Arsenal da...
Olahraga
Herdman Incar 10 Diaspora P...
Megapolitan
Keberagaman Budaya Identita...
Megapolitan
Festival Cilung Ajang Pembe...

Upaya-upaya Polisi Menekan Peredaran Narkoba di Bekasi

37 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Upaya-upaya Polisi Menekan ...
Luar Negeri
Trump Kaji Dampak Sanksi Ru...
Nasional
RI Dorong Perlindungan Anak...
Nasional
Daya Beli Melemah, Pinjol K...
Advertisement
Petugas Evakuasi Hiu Tutul yang Terdampar di Pantai Parangkusumo

Petugas Evakuasi Hiu Tutul yang Terdampar di Pantai Parangkusumo

18 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.