Longsor Hantam Sejumlah Titik Ruas Tapan–Batas Jambi, Badan Jalan Amblas hingga 150 Meter
📅 Senin, 19 Okt 2026, 23:25 WIB | Oleh: Tim RedaksiKondisi tersebut menjadi dasar bagi jajaran teknis untuk menentukan prioritas penanganan sesuai tingkat risiko dan kebutuhan di lapangan.
Untuk penanganan darurat, Kementerian PU menyiapkan pembersihan material longsoran dengan dukungan 5 unit excavator, 2 unit wheel loader, 2 unit dump truck, dan 1 unit motor grader. Pemasangan rambu peringatan serta police line juga dilakukan untuk meningkatkan keselamatan pengguna jalan.
Setelah penanganan darurat, diperlukan penanganan permanen berupa pembangunan Retaining Wall Concrete (RWC) di KM 219+200 guna mendukung stabilitas lereng dan melindungi badan jalan. Penanganan permanen itu diperkirakan menelan biaya Rp17,5 miliar dan akan dilakukan melalui mekanisme pengadaan sesuai ketentuan yang berlaku.
Cek Hulu Sungai, Antisipasi Longsor Susulan
Sebaiknya Anda baca juga:
Selain kerusakan jalan, Menteri Dody juga menginstruksikan Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (SDA) Kementerian PU untuk mengecek kondisi hulu Sungai Batang Tapan. Pengecekan diperlukan untuk mengantisipasi kemungkinan adanya bendungan alam akibat material longsoran yang berpotensi menimbulkan banjir bandang apabila jebol.
"Saya sudah minta Pak Dirjen SDA untuk mengecek kondisi di hulu seperti apa. Karena curah hujan masih lumayan cukup tinggi, saya khawatir di atas itu masih ada bendungan-bendungan alam. Sebetulnya bisa pelan-pelan supaya tidak jebol, supaya kejadian seperti ini tidak terulang lagi," kata Menteri Dody.
Meskipun Sungai Batang Tapan bukan kewenangan pemerintah pusat, Kementerian PU tetap mendorong langkah antisipasi bersama pemerintah daerah. Setelah kondisi hulu diketahui, penanganan selanjutnya akan dikoordinasikan dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat untuk merancang penataan sungai.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Kita akan pelan-pelan, bersama Pemprov Sumbar, untuk mendesain seperti apa Sungai Batang Tapan. Nanti saya akan diskusi juga dengan Pak Gubernur," ujar Menteri Dody.
"Sebenarnya yang saya lebih tekankan di sini adalah bagaimana agar ke depan, walaupun dengan kondisi curah hujan yang mungkin mirip-mirip seperti ini, jangan sampai kejadian ini terulang lagi. Kementerian PU terus berkomitmen dalam penanganan pascabencana, bukan hanya berkomitmen menangani, tetapi juga berkomitmen agar bencana yang sama tidak terulang lagi di masa mendatang," tandasnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!