Api Kepung Habitat, 51 Orangutan Berhasil Dievakuasi
📅 Senin, 19 Okt 2026, 00:31 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo SKabut asap ganggu penerbangan
Dampak kebakaran tidak berhenti pada kerusakan lingkungan dan ancaman terhadap satwa. Kabut asap juga mengganggu sektor transportasi udara di Indonesia.
Kementerian Perhubungan menyebut sekitar 2.400 penerbangan di berbagai wilayah Indonesia terdampak kabut asap sejak pertengahan Agustus. Asap yang mengurangi jarak pandang di sekitar bandara berpotensi memicu keterlambatan, gangguan operasional, hingga pembatalan penerbangan.
Di Singapura, polusi partikel halus PM2.5 juga masih menjadi perhatian. Konsentrasi polutan tersebut dilaporkan tetap tinggi di wilayah barat negara itu pada Minggu, sementara indeks pencemaran udara selama 24 jam sesekali mencapai kategori sangat tidak sehat.
PM2.5 merupakan partikel berukuran sangat kecil yang dapat masuk jauh ke dalam sistem pernapasan. Meski menjadi salah satu polutan utama saat kabut asap, konsentrasi PM2.5 tidak identik dengan keseluruhan Indeks Standar Polutan atau PSI yang digunakan Singapura.
El Niño dan minimnya hujan memperparah kebakaran
Ahli ilmu atmosfer dari Universitas Teknologi Nanyang Singapura, Wang Jingyu, mengaitkan kondisi kering yang melanda kawasan tersebut dengan fenomena El Niño yang sangat kuat dan perubahan pola kelembapan.
Menurut Wang, suhu permukaan laut yang lebih dingin dalam kondisi yang dijelaskannya dapat mengurangi penguapan dan berkontribusi terhadap minimnya curah hujan. Akibatnya, vegetasi mengering dan api menjadi lebih sulit dikendalikan.
Ia juga menyoroti pengaruh sistem topan di kawasan Asia Timur yang dapat mengubah distribusi kelembapan atmosfer dan memperburuk kondisi di wilayah yang mengalami kekeringan.
Minimnya hujan membuat kebakaran berpotensi bertahan lebih lama, sementara asap terus menyebar melintasi batas negara. Dalam situasi tersebut, penyelamatan orangutan menjadi bagian dari persoalan yang lebih luas: bagaimana melindungi satwa, menjaga habitat hutan, dan mengurangi dampak kebakaran terhadap kesehatan serta kehidupan masyarakat.
Evakuasi puluhan orangutan menunjukkan bahwa dampak kebakaran tidak hanya dapat diukur dari luas lahan yang terbakar atau jumlah penerbangan yang terganggu. Ketika habitat semakin terdesak, kelangsungan hidup satwa yang bergantung pada hutan turut dipertaruhkan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!