Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Polisi Dalami Dugaan Kekerasan yang Akibatkan Kematian Anak Down Syndrome di Surabaya

📅 Minggu, 18 Okt 2026, 19:41 WIB | Oleh:
Polisi Dalami Dugaan Kekerasan yang Akibatkan Kematian Anak Down Syndrome di Surabaya Doc: Istimewa
Ket. Menurut keterangan keluarva, peristiwa itu diketahui setelah istrinya pulang dari pasar pada pagi hari. Z ditemukan dengan wajah membiru dan tali sepatu melilit lehernya. Keluarga kemudian membawa anak tersebut untuk mendapatkan pertolongan medis, tetapi nyawanya tidak tertolong.

SURABAYA – Kepolisian Resor Kota Besar Surabaya terus menyelidiki kematian seorang anak penyandang Down syndrome berusia 10 tahun di kawasan Rungkut, Surabaya, yang diduga berkaitan dengan tindakan perundungan. Hingga Minggu (18/10), perkara tersebut telah memasuki tahap penyidikan di Polrestabes Surabaya.

Korban berinisial Z meninggal dunia pada 12 September 2026. Kasus ini kembali menjadi perhatian setelah keluarga mengungkap dugaan kekerasan yang dialami anak mereka dan meminta agar peristiwa tersebut diusut secara menyeluruh.

Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Luthfie Sulistiawan, menjelaskan, pihaknya telah melakukan olah tempat kejadian perkara, pemeriksaan saksi dan dua anak terduga pelaku, juga berkoordinasi dengan Balai Pemasyarakatan (Bapas) dan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A). 

"Pemeriksaan terhadap kedua anak dilakukan dengan pendampingan orang tua dan pihak terkait."

Rekaman CCTV

Ayah korban, Selaras Abdul, sebelumnya menceritakan bahwa anaknya ditemukan dalam kondisi tidak berdaya di teras rumah mereka di kawasan Medokan Ayu, Surabaya.

Menurut keterangannya, peristiwa itu diketahui setelah istrinya pulang dari pasar pada pagi hari. Z ditemukan dengan wajah membiru dan tali sepatu melilit lehernya. Keluarga kemudian membawa anak tersebut untuk mendapatkan pertolongan medis, tetapi nyawanya tidak tertolong.

Selaras mengaku menelusuri rekaman kamera pengawas di sekitar lokasi setelah merasa ada kejanggalan dalam kejadian tersebut. Dari rekaman itu, menurut penuturannya, ia menduga dua anak tetangga berinisial K dan F berkaitan dengan peristiwa yang menimpa putranya.

Ayah korban juga menyebut anaknya pernah mengalami gangguan dari anak-anak lain sebelum kejadian fatal tersebut. Meski demikian, keterangan keluarga ini perlu dikonfirmasi melalui hasil penyidikan dan bukti yang diperiksa aparat.

Informasi mengenai keterlibatan anak-anak yang masih di bawah umur juga harus disampaikan secara hati-hati. Status hukum masing-masing pihak tidak dapat disimpulkan hanya dari dugaan atau pernyataan keluarga.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Advertisement
jjroyal-luwak
Advertisement
Petugas Evakuasi Hiu Tutul yang Terdampar di Pantai Parangkusumo

Petugas Evakuasi Hiu Tutul yang Terdampar di Pantai Parangkusumo

18 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.