Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Prancis Membara, 1.800 Orang Ditangkap dan 500 Aparat Terluka dalam Gelombang Protes

📅 Minggu, 18 Okt 2026, 16:38 WIB | Oleh:
Prancis Membara, 1.800 Orang Ditangkap dan 500 Aparat Terluka dalam Gelombang Protes Doc: Istimewa
Ket. Rangkaian demonstrasi di Prancis dan Portugal memperlihatkan besarnya perhatian masyarakat terhadap persoalan biaya hidup dan kesejahteraan.

PARIS – Gelombang demonstrasi yang melanda Prancis pada Sabtu (17/10) berujung pada kerusuhan di sejumlah kota. Menteri Dalam Negeri Prancis, Laurent Nuñez, menyebut, lebih dari 1.800 orang telah ditangkap terkait aksi tersebut. Sementara itu, lebih dari 500 polisi, gendarme, dan petugas pemadam kebakaran dilaporkan terluka.

Dari The Guardian, pemerintah Prancis menegaskan tidak akan membiarkan aksi kekerasan dan perusakan meluas. Nuñez menyatakan Republik Prancis tidak akan menyerah kepada pihak-pihak yang berusaha menciptakan kekacauan.

Dalam pernyataannya di media sosial X, Nuñez mengatakan kerusakan akibat demonstrasi cukup besar dan berdampak pada ratusan pemilik usaha. Ia juga menegaskan bahwa hak menyampaikan pendapat tetap dihormati, tetapi tindakan kekerasan, penjarahan, dan perusakan fasilitas publik tidak dapat dibenarkan.

Kerusuhan terjadi setelah demonstrasi yang semula berlangsung damai berubah menjadi bentrokan antara sebagian peserta aksi dan aparat keamanan. Para demonstran turun ke jalan untuk menyuarakan penolakan terhadap tingginya biaya hidup serta persoalan kesejahteraan sosial.

Di sejumlah lokasi, massa bertopeng dilaporkan melemparkan batu, pecahan paving, dan benda-benda lain ke arah polisi antihuru-hara. Barikade yang dibuat dari meja dan perlengkapan usaha juga dibakar. Aparat kemudian menggunakan gas air mata dan meriam air untuk membubarkan kerumunan.

Dampak kerusuhan terlihat di sejumlah kota, termasuk Paris, Marseille, Lyon, Bordeaux, Rennes, Strasbourg, Grenoble, Nice, dan Limoges. Toko-toko dilaporkan rusak dan dijarah, sedangkan sejumlah bangunan publik menjadi sasaran perusakan.

Situasi di Limoges bahkan diwarnai kebakaran di gedung balai kota yang berusia 143 tahun. Menurut laporan yang dikutip The Guardian, api berhasil dipadamkan pada Minggu, meskipun kebakaran tersebut telah merusak sebagian bangunan.

Pemerintah menyebut kelompok yang melakukan kekerasan terdiri atas orang-orang yang dituduh berasal dari sayap kiri ekstrem serta pelaku penjarahan. Namun, demonstrasi secara keseluruhan juga diikuti banyak warga yang menyampaikan aspirasi secara damai.

Jumlah penangkapan yang diumumkan pemerintah meningkat dibandingkan laporan pada Sabtu malam. Perdana Menteri Sébastien Lecornu sebelumnya menyebut sekitar 1.200 orang telah ditangkap dan 150 polisi terluka. Angka tersebut kemudian bertambah seiring berlanjutnya penanganan kasus dan pendataan korban.

Pemerintah kini menyatakan penyelidikan terus dilakukan untuk mengidentifikasi orang-orang yang diduga terlibat dalam kekerasan, penyerangan terhadap aparat, dan perusakan properti.

Di tengah situasi tersebut, aksi protes mengenai biaya hidup juga berlangsung di Portugal. Di Lisbon, ratusan orang berkumpul di Lapangan Rossio setelah demonstrasi yang melibatkan ribuan peserta di berbagai wilayah negara itu.

Para demonstran di Portugal menyoroti kenaikan biaya perumahan dan tekanan ekonomi yang dirasakan masyarakat. Seorang pekerja sosial yang dikutip Agence France-Presse menyampaikan kekhawatiran bahwa warga yang membayar pajak dan menopang kehidupan negara semakin kesulitan memenuhi kebutuhan, terutama untuk mendapatkan tempat tinggal.

Rangkaian demonstrasi di Prancis dan Portugal memperlihatkan besarnya perhatian masyarakat terhadap persoalan biaya hidup dan kesejahteraan. Namun, di Prancis, bentrokan dan kerusakan yang menyertai sebagian aksi kini menjadi tantangan bagi pemerintah dalam menjaga keamanan sekaligus menangani tuntutan masyarakat.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Advertisement
Prancis Bosah-baseh, Apple, Louis Vuitton, Hermes, dan Rolex Dijarah

Prancis Bosah-baseh, Apple, Louis Vuitton, Hermes, dan Rolex Dijarah

18 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.