Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Bukan Sekadar Angka Pertumbuhan, Bakom Dorong Ekonomi 8 Persen yang Berpihak pada UMKM

5 Jumat, 16 Okt 2026, 04:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Bukan Sekadar Angka Pertumbuhan, Bakom Dorong Ekonomi 8 Persen yang Berpihak pada UMKM Bukan Sekadar Angka Pertumbuhan, Bakom Dorong Ekonomi 8 Persen yang Berpihak pada UMKM Doc: Antara
Ket. Tenaga Ahli Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI Fithra Faisal Hastiadi (dua dari kiri) dalam acara “Economic Briefing 2026 Edisi Halal - Halal as the New Growth Engine: Memperkuat Ekosistem, Kepastian Produk, dan Daya Saing Indonesia” di Jakarta, Kamis (15/10).

Jakarta - Tenaga Ahli Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI Fithra Faisal Hastiadi menilai target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen hingga 2029 harus dicapai melalui pendekatan inklusif yang mampu memberdayakan masyarakat, terutama pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

“Kita akan mengejar pertumbuhan ekonomi bukan hanya sekadar pertumbuhan ekonomi, tapi pertumbuhan ekonomi yang inklusif, yang memberdayakan,” kata Fithra di Jakarta, Kamis (15/10).

Menurut dia, perekonomian Indonesia yang masih ditopang sektor informal, termasuk UMKM, membutuhkan dukungan pemerintah melalui regulasi dan insentif yang mudah diakses, sederhana, serta berdampak langsung terhadap perkembangan usaha.

“Sudah ada beberapa peraturan-peraturan yang juga merupakan irisan dari produk-produk (kebijakan) ini, yang mana tujuannya adalah untuk meningkatkan UMKM. Bagaimana kapasitas UMKM itu kita bisa tingkatkan, salah satunya adalah membuat UMKM itu menjadi lebih formal,” ujarnya.

Fithra menilai formalisasi usaha mikro dan kecil dapat membantu mengintegrasikan berbagai aspek pendukung bisnis, memperluas akses pembiayaan, serta mendorong pelaku usaha naik kelas hingga mampu memasuki jaringan ritel modern maupun pasar ekspor regional dan internasional.

“Nah, ini menjadi cita-cita kita semua, bahwa kalau kita lihat fondasi ekonomi kita adalah UMKM, maka dari itu, untuk tumbuh 8 persen itu pendekatannya harus bottom-up,” kata Fithra.

Ia menegaskan, upaya mengejar pertumbuhan ekonomi yang tinggi harus tetap berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Kita tidak hanya mengejar pertumbuhan ekonomi saja. Kita memang mengejar big push, untuk mengejar angka-angka pertumbuhan ekonomi. Tetapi tujuan akhirnya adalah kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Ekonom Universitas Indonesia itu mengatakan pemerintah bersama berbagai pemangku kepentingan perlu mendorong terbentuknya ekosistem ekonomi inklusif (inclusive economic ecosystem) agar manfaat pertumbuhan dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat.

“Yang kita akan lihat adalah inclusive economic ecosystem, di mana dalam hal ini, masyarakat menjadi penikmat utama pertumbuhan ekonomi itu. Makanya itu yang akan kita kejar,” katanya.

Menurut dia, berbagai kebijakan perlu disinergikan agar pertumbuhan ekonomi tidak hanya tercermin dalam angka, tetapi juga memberikan dampak nyata terhadap kehidupan masyarakat.

“Kita memiliki puzzle-puzzle yang coba kita lengkapi untuk mengejar pertumbuhan tetapi tidak hanya pertumbuhan, bagaimana pertumbuhan itu juga bisa ada translasi yang langsung masuk ke masyarakat,” imbuhnya.

Sertifikasi Halal

Dalam konteks pemberdayaan UMKM, Fithra juga menilai sosialisasi dan implementasi kewajiban sertifikasi halal perlu dilakukan secara berkelanjutan, mulai dari penyampaian informasi hingga pembinaan bagi pelaku usaha.

“Ini memang pendekatannya harus berkelanjutan. Karena kalau kita bicara mengenai (tenggat Wajib Halal pada) 18 Oktober, kita tidak hanya berhenti pada tanggal 18 Oktober saja semua Wajib Halal. Tetapi ini kan semua proses,” kata Fithra dalam diskusi publik di Jakarta, Kamis.

Ia mengatakan persoalan sertifikasi halal masih menjadi perhatian pemerintah karena sebagian pelaku UMKM belum memahami prosedurnya atau enggan mengurus sertifikasi akibat keterbatasan informasi dan pertimbangan biaya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Satgas Penertiban Kawasan Hutan Selidiki Perusahaan AK, Jejak Hubungan dengan Oknum Aparat Didalami
    Ditanya siapa ak itu kq malah balik bertanya? ...
  • Andrea Bocelli Bikin Jakarta Terpukau! Konser Romanza Hadirkan Malam Penuh Keajaiban
    Salut banget dengan konser Andrea Bocelli sangat mengharumkan ...
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Daerah
Hebat Ini, di Sulteng Polis...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Hadir Juga di Pengadilan, Joko Widodo Menjelaskan Perjalanan Pendidikannya, Keamanan Superketat

Hadir Juga di Pengadilan, Joko Widodo Menjelaskan Perjalanan Pendidikannya, Keamanan Superketat

05 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.