Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Menteri Perdagangan Pastikan Harga Bahan Pokok di NTB Stabil dan Terkendali

5 Kamis, 05 Nov 2026, 10:44 WIB | Oleh: Tim Penulis
Menteri Perdagangan Pastikan Harga Bahan Pokok di NTB Stabil dan Terkendali Menteri Perdagangan Pastikan Harga Bahan Pokok di NTB Stabil dan Terkendali Doc: ANTARA
Ket. Menteri Perdagangan Budi Santoso (kedua kiri) saat sidak perkembangan harga komoditas strategis, berbincang dengan pedagang di Pasar Kebon Roek, Mataram, NTB, Kamis (5/11/2026).

MATARAM – Menteri Perdagangan Budi Santoso memastikan harga bahan pokok di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), dalam kondisi stabil dan terkendali.

"Tadi kita cek harga ya, harga cukup bagus, semua sesuai harga acuan, bahkan banyak yang di bawah Harga Acuan Pemerintah (HAP)," ujar Budi Santoso pada wartawan usai melakukan sidak harga kebutuhan pokok di Pasar Kebon Roek Kota Mataram, Kamis (05/11).

Dalam sidak ini, Mendag Budi Santoso didampingi Wakil Gubernur NTB, Hj Indah Dhamayanti Putri, Wali Kota Mataram, Mohan Roliskana, jajaran Bulog, dan Dinas Perdagangan NTB dan Kota Mataram.

Selain meninjau langsung kondisi perdagangan, Mendag Budi Santoso juga menyempatkan berdialog dengan pedagang mengenai ketersediaan pasokan serta perkembangan harga komoditas strategis di antaranya beras, minyak goreng, telur, daging ayam dan kebutuhan pokok lainnya.

Mendag menyebutkan sejumlah temuan harga di lapangan. Harga cabai contohnya, ditemukan dijual Rp40 ribu per kilogram, jauh di bawah harga acuan pemerintah yang sebesar Rp55 ribu per kilogram.

"Kondisi ini terjadi karena NTB sedang surplus cabai," katanya.

Komoditas lain yang harganya ikut turun yaitu telur ayam yang berada di bawah Rp25 ribu per kilogram. Daging ayam dijual Rp35 ribu per kilogram, padahal acuan pemerintah Rp40 ribu. Bawang merah Rp30 ribu per kilogram dari acuan Rp41.500, dan bawang putih Rp28 ribu sampai Rp30 ribu dari acuan Rp39 ribu per kilogram.

Untuk beras, Mendag menyebut beras premium masih sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp14.900 per kilogram, begitu juga dengan beras SPHP dari BULOG.

Karena surplus, pemerintah akan mendorong distribusi cabai dari NTB ke daerah lain yang mengalami kekurangan stok dan harga tinggi.

"Karena di sini surplus cabai, kita juga bantu untuk kirim ke daerah lain yang membutuhkan. Kemarin kita mengirim cabai dari Jawa Timur ke Halmahera 7 ton. Jadi yang surplus bisa kita kirim ke daerah yang memang cabai-nya lebih mahal," jelasnya.

Budi Santoso mengapresiasi kerja sama Pemprov NTB, Pemkot Mataram, Bulog, distributor dan produsen yang menjaga pasokan, terutama menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Ia menegaskan pemerintah akan terus hadir memantau pasokan dan harga melalui sistem Sistem Pemantauan Pasar Kebutuhan Pokok (SP2KP), sehingga daerah mana yang mahal dan murah bisa terpantau setiap hari.

"Saya terima kasih ke Pak Gubernur dan Ibu Wakil Gubernur, Pak Wali, Bulog, Dinas. Jadi harga-harga relatif stabil, pasokan terjamin, harga bahan pokok sesuai dengan harga acuan, cenderung juga sebagian di bawah harga acuan," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Satgas Penertiban Kawasan Hutan Selidiki Perusahaan AK, Jejak Hubungan dengan Oknum Aparat Didalami
    Ditanya siapa ak itu kq malah balik bertanya? ...
  • Andrea Bocelli Bikin Jakarta Terpukau! Konser Romanza Hadirkan Malam Penuh Keajaiban
    Salut banget dengan konser Andrea Bocelli sangat mengharumkan ...
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Daerah
Hebat Ini, di Sulteng Polis...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Hadir Juga di Pengadilan, Joko Widodo Menjelaskan Perjalanan Pendidikannya, Keamanan Superketat

Hadir Juga di Pengadilan, Joko Widodo Menjelaskan Perjalanan Pendidikannya, Keamanan Superketat

05 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.