Singapura Pertimbangkan Opsi Hukum terhadap Perusahaan Penyebab Kabut Asap
📅 Jumat, 16 Okt 2026, 15:50 WIB | Oleh: Tim PenulisSINGAPURA - Singapura masih mempertimbangkan berbagai opsi untuk mengambil tindakan berdasarkan Undang-Undang Polusi Asap Lintas Batas (Transboundary Haze Pollution Act), kata Menteri Keberlanjutan dan Lingkungan Singapura, Grace Fu, Rabu (14/10).
Pemerintah negeri Singa juga masih mengumpulkan dan meninjau data terkait situasi kabut asap yang tengah berlangsung, katanya.
Berbicara kepada wartawan dalam acara pembagian masker di sebuah pusat komunitas pada Rabu malam, Fu mengatakan, Singapura akan "mempertimbangkan dengan saksama" data yang diperoleh.
Undang-undang yang mulai berlaku pada September 2014 itu memungkinkan pihak berwenang mengambil tindakan hukum terhadap perusahaan yang menyebabkan atau turut menyebabkan polusi kabut asap di Singapura, meskipun kegiatan mereka berlangsung di luar negeri.
"Kami Siap Membantu"
Sebaiknya Anda baca juga:
Fu juga berharap Indonesia dapat mengendalikan kebakaran meski menghadapi kondisi cuaca yang sulit.
"Tahun ini sangat sulit karena El Nino. Cuacanya sangat kering, dan kami tahu persoalannya sangat kompleks. Kami berharap mereka dapat mengatasinya, dan kami siap membantu sebisa kami," ujarnya.
Fu menambahkan, Singapura berharap dapat membahas masalah tersebut di tingkat regional bersama negara-negara lain anggota Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN).
Terkait tawaran Singapura untuk membantu Indonesia menangani kebakaran hutan, Fu mengatakan, sejauh ini belum ada perkembangan terbaru.
"Tawaran bantuan kami tetap berlaku, dan kami dengan senang hati akan membahasnya dengan mitra kami jika mereka menginginkannya," tambahnya.
Ketika ditanya bantuan apa yang dapat diberikan Singapura, Fu mengatakan: "Kami menawarkan bantuan secara umum dalam bentuk apa pun yang mereka anggap sesuai dan dibutuhkan. Kami ingin bantuan kami relevan, jadi pada dasarnya kami menawarkan bantuan secara terbuka."
Terkait target Indonesia untuk memadamkan kebakaran dalam waktu satu bulan, Fu mengatakan Singapura berharap target tersebut dapat tercapai.
"Kami sungguh berharap hal itu dapat terwujud. Seperti yang saya katakan, ini merupakan tugas yang sulit mengingat kondisi iklim saat ini. Namun, kami berharap mereka dapat mencapai target tersebut," tambahnya.
Kualitas Udara Singapura Memburuk
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!