Dilirik Pasar Arab Saudi, Sembilan Merek Fesyen Indonesia Bidik Transaksi Rp15 Miliar
📅 Jumat, 16 Okt 2026, 02:20 WIB | Oleh: Tim PenulisJakarta - Pameran selama empat hari di Saudi Fashion and Tex 2026 mencatat minat kerja sama yang tinggi, dengan estimasi nilai transaksi mencapai Rp15 miliar, kata CEO Scarf Media Temi Sumarlin di Jakarta, Kamis (15/10).
Scarf Media menggelar Halal Creative Forum dalam rangkaian Saudi Fashion and Tex 2026 di Jeddah Convention Exhibition and Event, Jeddah, untuk membuka akses produk Indonesia ke pasar Arab Saudi melalui diskusi industri kreatif halal.
“Indonesia menempati peringkat pertama dunia di sektor modest fashion menurut State of the Global Islamic Economy (SGIE) Report 2025/2026,” kata Temi.
Capaian itu menjadi peluang bagi perajin dan kreator Indonesia untuk menyesuaikan produk dengan kebutuhan berbagai pasar, termasuk Arab Saudi.
Forum di Jeddah Convention Exhibition and Event itu dihadiri pembeli dan mitra bisnis dari berbagai negara, antara lain Arab Saudi, Kuwait, Qatar, Tiongkok India, dan Pakistan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pameran produk digelar di Paviliun Indonesia melalui stan Modestluxe, yang mengkurasi sembilan merek fesyen modest asal Indonesia, mulai dari busana glamor, pakaian olahraga, busana siap pakai, thobe, hingga abaya.
“Sejumlah merek yang dibawa untuk menjajaki kerja sama antarpelaku usaha adalah Intresse, Itsyar, Vaia Atelier, Kalisha, Modesti, Afework, Sisesa, Mafaaza, dan Nina M Mata,” katanya.
Scarf Media, sebagai media gaya hidup halal, akan terus mendorong industri kreatif halal Indonesia tampil di berbagai panggung global, ujarnya.
Langkah tersebut diharapkan memperluas pengenalan produk industri kreatif halal Indonesia sekaligus membuka akses ke pasar internasional.
“Upaya ini diharapkan membantu pemerintah meningkatkan ekspor produk lokal Indonesia,” katanya.
Atase Perdagangan Indonesia di Riyadh Zulvri Yenni mengatakan pemerintah terus mendorong ekspor melalui berbagai kebijakan dan kegiatan promosi.
Menurut dia, Indonesia memiliki produk dengan ciri khas beragam dari Sabang hingga Merauke.
“Pada 2026–2027, fesyen menjadi salah satu subsektor yang akan didorong untuk menembus pasar Arab Saudi,” kata Zulvri.
Forum bertema “How Indonesia’s Creative Industry Unlock Saudi Arabia Market” itu menghadirkan Rendy Bagus Pranantyo (KBRI Riyadh), Temi Sumarlin (Scarf Media), pakar fesyen Suhaila Fayeg Ahmad Hafez, Atase Perdagangan Zulvri Yenni, dan Rima Dwi Permatasari (BSI).
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!