Bikin Khawatir! Kualitas Udara Jakarta Sabtu Ini Tembus 10 Besar Terburuk Dunia
📅 Sabtu, 26 Sep 2026, 07:29 WIB | Oleh: Marcellus WidiartoJAKARTA - Kualitas udara di Jakarta tercatat masuk peringkat 10 besar terburuk di dunia pada Sabtu pagi.
Berdasarkan data situs pemantau kualitas udara IQAir pada pukul 06.00 WIB, indeks kualitas udara (AQI) di Jakarta berada di angka 113 atau masuk dalam kategori tidak sehat.
Angka itu memiliki penjelasan kategori tingkat kualitas udaranya tidak sehat bagi kelompok sensitif karena dapat merugikan manusia ataupun kelompok hewan yang sensitif atau bisa menimbulkan kerusakan pada tumbuhan maupun nilai estetika.
Untuk kualitas udara kategori sedang, kualitas udaranya tidak berpengaruh pada kesehatan manusia maupun hewan, tetapi berpengaruh pada tumbuhan sensitif dan nilai estetika, yang tercatat dengan rentang PM2,5 sebesar 51-100.
Kemudian, kategori baik berada pada rentang PM2,5 sebesar 0-50, dengan tingkat kualitas udara yang tidak memberikan efek bagi kesehatan manusia atau hewan dan tidak berpengaruh pada tumbuhan, bangunan, maupun nilai estetika.
Sebaiknya Anda baca juga:
Lalu, kategori sangat tidak sehat, dengan rentang PM2,5 sebesar 200-299, kualitas udaranya dapat merugikan kesehatan pada sejumlah segmen populasi yang terpapar.
Terakhir ialah kategori berbahaya (300-500) atau secara umum kualitas udaranya dapat merugikan kesehatan yang serius pada populasi.
Pada indeks tersebut, kota dengan kualitas udara terburuk pertama ialah Kinshasa yang berada di angka 177. Terburuk kedua ada di Lahore dengan angka 175 dan terburuk ketiga berada di Kampala dengan angka 170.
Urutan keempat ada di Dubai dengan angka 162, urutan kelima di Doha dengan angka 129, dan urutan keenam di Dhaka dengan angka 121.
Selanjutnya, urutan ketujuh ada Tel Aviv-Yafo dengan angka 116, urutan kedelapan di Hangzhou dengan angka 116, dan urutan kesembilan di Singapura dengan angka 115.
Masyarakat disarankan memakai masker saat keluar rumah, mengurangi aktivitas di luar ruangan, menutup jendela demi menghindari udara luar yang kotor, serta menyalakan penyaring udara.
Guna mengurangi dampak kualitas udara terburuk di DKI Jakarta, Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta telah menambah dua mobil kabut air (watermist) sebagai salah satu upaya untuk menekan polusi udara di Jakarta pada 2024.
DLH DKI Jakarta juga mendapat sokongan dana dari Clean Air Fund melalui program "Breathe Jakarta" untuk meningkatkan kualitas udara di Ibu Kota.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!