Pemkot Bekasi Buka 1.000 Peluang Kerja di PSEL Bantargebang, Lulusan SMK Bisa Ikut Bersaing
📅 Rabu, 14 Okt 2026, 00:05 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: Antara
Kota Bekasi - Pemerintah Kota Bekasi, Jawa Barat mengajak pelajar kejuruan memanfaatkan peluang penyerapan tenaga kerja lokal pada proyek strategis nasional Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Bantargebang melalui kegiatan sosialisasi di SMKN 1 dan SMKN 2.
Wali Kota Bekasi Tri Adhianto Tjahyono mengatakan sosialisasi ini dilakukan dalam rangka mempersiapkan lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) agar memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan industri sekaligus memperoleh kesempatan berkontribusi dalam pembangunan daerah.
"Proyek PSEL Bantargebang diproyeksikan membuka potensi hingga 1.000 lapangan pekerjaan baru. Peluang ini semoga dapat dimanfaatkan pelajar lulusan SMK, khususnya dari jurusan teknik, kelistrikan dan kejuruan lain yang relevan dengan kebutuhan operasional fasilitas tersebut," katanya di Bekasi, Selasa (13/10).
Dia menjelaskan kegiatan sosialisasi ini sekaligus menjadi upaya pemerintah daerah untuk menjembatani dunia pendidikan dengan kebutuhan industri melalui penyampaian informasi mengenai peluang kerja sejak dini.
Dengan demikian, para siswa diminta untuk dapat mempersiapkan diri, meningkatkan keterampilan serta memahami kualifikasi yang dibutuhkan agar mampu bersaing di dunia kerja.
"Kita ingin anak-anak SMK di Kota Bekasi tidak hanya menjadi penonton di daerahnya sendiri. Potensi 1.000 lapangan kerja di PSEL ini kita buka aksesnya agar anak-anak kejuruan kita yang memiliki kompetensi bisa langsung daftar dan bersaing. Pemerintah hadir untuk menjembatani antara kebutuhan industri dan potensi siswa lokal," ujarnya.
Pihaknya berharap para siswa melalui kegiatan sosialisasi memperoleh gambaran mengenai peluang kerja yang berpotensi hadir seiring pengembangan proyek PSEL. Sosialisasi ini juga menjadi bagian dari upaya mendorong kesiapan sumber daya manusia lokal agar mampu memenuhi kebutuhan dunia industri.
Keterlibatan lulusan SMK diharapkan tidak hanya terbatas pada penyerapan tenaga kerja, tetapi juga menjadi bagian dari penguatan kompetensi dalam menghadapi perkembangan teknologi dan kebutuhan industri masa depan.
Peluang Kerja
Pemerintah Kota Bekasi juga mendorong agar peluang kerja yang tersedia dapat diakses secara terbuka oleh putra-putri daerah sesuai dengan kompetensi dan persyaratan yang ditetapkan oleh pihak pengelola proyek.
Dengan sinergi antara pemerintah, lembaga pendidikan, dunia industri dan masyarakat, Proyek PSEL Bantargebang diharapkan dapat memberikan manfaat lebih luas, baik dalam membuka peluang kerja maupun mendukung pengelolaan sampah lebih berkelanjutan.
Selain membuka peluang ekonomi bagi masyarakat, pembangunan proyek PSEL Bantargebang diarahkan untuk mendukung penanganan persoalan sampah di Kota Bekasi melalui pemanfaatan teknologi pengolahan sampah menjadi energi listrik.
Fasilitas tersebut diproyeksikan mampu mengolah 1.200 ton sampah per hari menjadi energi listrik. Kehadiran PSEL dinilai menjadi salah satu langkah strategis mengurangi beban pengelolaan sampah sekaligus mendorong pemanfaatan sampah sebagai sumber energi alternatif.
Tri Adhianto menyebutkan pengelolaan sampah di daerahnya masih menghadapi tantangan meski akan ditopang PSEL. Berdasarkan data produksi volume sampah, Kota Bekasi menghasilkan 1.500 ton sampah dalam sehari atau masih terdapat 300 ton yang belum terjangkau kapasitas pengolahan tersebut.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!