Menpar: Camino de Flores Perkuat Peran Pariwisata dalam Pemulihan Flores
📅 Rabu, 14 Okt 2026, 07:45 WIB | Oleh: Mohammad Zaki AlatasDipadukan dengan pengalaman spiritual dan interaksi langsung bersama masyarakat, ketiganya menjadikan Camino de Flores bukan sekadar perjalanan wisata, tetapi juga sarana memahami kekayaan budaya Flores sekaligus memperluas manfaat ekonomi pariwisata bagi masyarakat setempat.
“Evaluasi dari operasional pilot project ini akan menghasilkan peta rute final, standar kelayakan, dan profil risiko yang menjadi landasan pengembangan Camino de Flores menjadi paket wisata yang berkelanjutan, untuk selanjutnya diperkenalkan kepada mitra industri sebagai salah satu potensi pengembangan paket wisata berbasis spiritual tourism yang dapat dipasarkan oleh travel agent dan tour operator. Kami berharap Camino de Flores menjadi magnet baru yang berkualitas di Kawasan Timur Indonesia,” kata Menpar Widiyanti.
Mari Elka Pangestu selaku inisiator menjelaskan bahwa Camino de Flores terinspirasi dari Camino de Santiago de Compostela di Spanyol, rute ziarah yang telah berlangsung sejak abad ke-9 (813 M), ketika makam Rasul Santo Yakobus ditemukan di Galicia. Rute tersebut menjadi salah satu rute ziarah agung dunia dan telah diakui UNESCO serta Dewan Eropa.
Pada 2024–2025, rute tersebut mencatat rekor dengan hampir 500–530 ribu peziarah dari lebih dari 160 negara setiap tahunnya. Camino de Flores mengadaptasi semangat tersebut untuk Flores, NTT, sebagai perjalanan ziarah berjalan kaki yang berkelanjutan dengan memadukan iman, alam, dan pemberdayaan masyarakat lokal.
“Saya berpikir Indonesia bisa punya Camino-nya sendiri, dan Flores adalah tempat yang sempurna untuk itu. Camino de Flores mengadaptasi semangat Camino de Santiago untuk Flores sebagai wisata spiritual yang juga berkelanjutan, yang memadukan spiritualitas, alam, dan pemberdayaan masyarakat lokal. Sebuah perjalanan wisata berjalan kaki menelusuri jalur situs-situs religi yang menggabungkan unsur spiritual, ekonomi kreatif, juga aspek budaya,” kata Mari Elka.
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif periode 2011–2014 tersebut mengatakan bahwa Camino de Flores akan menjadi pola perjalanan baru yang mendistribusikan wisatawan secara lebih luas, mengingat kunjungan selama ini masih terkonsentrasi di Labuan Bajo, Manggarai Barat. Camino de Flores menghubungkan berbagai daya tarik wisata di sepanjang daratan Flores, mulai dari situs religi, desa wisata, lanskap alam, hingga berbagai kegiatan dan ritual budaya yang telah berkembang di masyarakat.
“Melalui konsep yang kita kembangkan, yaitu wisata berjalan kaki melewati berbagai keindahan alam, budaya, dan situs-situs religi, diharapkan memberikan pengalaman (experience) yang berbeda dan lebih mendalam. Diharapkan wisatawan tinggal lebih lama dan tentu perputaran ekonomi terjadi langsung di desa-desa yang dilalui. Inilah pariwisata yang inklusif, yang berbasis masyarakat, dan yang berkelanjutan,” ujar Mari Elka.
Gubernur Nusa Tenggara Timur Emanuel Melkiades Laka Lena menyambut baik hadirnya Camino de Flores yang dinilai akan memperkuat daya tarik wisata di Flores. Menurutnya, daya tarik kegiatan ini dapat menjadi contoh untuk dikembangkan lebih luas di NTT.
“Kita bisa buat Camino de NTT. Jadi di Flores buat sendiri, Timor buat sendiri, Sumba buat sendiri sesuai dengan daya tarik, cerita dan keunikan masing-masing,” ujar Emanuel.
Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa semangat solidaritas dan kebersamaan yang diusung dalam Camino de Flores juga akan menjadi pengungkit bagi Flores untuk bangkit dari dampak gempa bumi yang terjadi beberapa waktu lalu.
“Camino de Flores akan memberikan dampak yang nyata bagi kami di provinsi. Tema spiritualitas dan pemulihan di Flores ini sangat tepat dan menjadi momentum yang kuat buat kami di Flores ini untuk bisa bangkit kembali,” kata Emanuel.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!