Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Menpar: Camino de Flores Perkuat Peran Pariwisata dalam Pemulihan Flores

📅 Rabu, 14 Okt 2026, 07:45 WIB | Oleh:
Menpar: Camino de Flores Perkuat Peran Pariwisata dalam Pemulihan Flores Doc: Dok. Istimewa

JAKARTA – Pariwisata berperan strategis dalam pemulihan Flores pascagempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT), melalui pemerataan manfaat ekonomi dan penguatan potensi lokal. Untuk itu, Kementerian Pariwisata mendorong “Camino de Flores: The Sacred Journey of Flores” sebagai pola perjalanan wisata baru yang menghubungkan beragam daya tarik dan membuka peluang ekonomi bagi masyarakat di Pulau Flores.

Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana menyatakan, penyelenggaraan Camino de Flores menjadi langkah strategis untuk memperluas persebaran kunjungan wisatawan, sehingga partisipasi dan manfaat ekonomi pariwisata tidak hanya terpusat di satu destinasi, tetapi juga dapat dirasakan masyarakat di berbagai wilayah Flores.

Hal tersebut disampaikan Menpar Widiyanti dalam konferensi pers peluncuran Camino de Flores: The Sacred Journey of Flores di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona, Jakarta, Selasa (13/10).

“Camino de Flores hadir sebagai bentuk pola perjalanan (travel pattern) baru yang strategis, mengingat kunjungan wisatawan selama ini cenderung terkonsentrasi di Manggarai Barat, khususnya Labuan Bajo. Melalui Camino de Flores, kunjungan wisatawan diharapkan terdistribusi lebih merata ke kabupaten-kabupaten lain di daratan Flores dengan menghubungkan berbagai potensi, mulai dari situs religi, desa wisata, hingga lanskap alam serta event atau ritual pariwisata religi yang selama ini berkembang di Flores seperti Semana Santa, Festival Golokoe, ziarah, atau prosesi budaya lainnya,” kata Menpar Widiyanti.

Camino de Flores: The Sacred Journey of Flores—A Spiritual Journey of Reflection and Recovery merupakan kegiatan wisata jalan kaki (Flores Walk) yang menyasar segmen khusus (niche market), seperti komunitas peziarah (faith-based community) dan pencari wisata ketenangan (mindfulness tourism).

Pada tahap awal, Kemenpar dan Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) menetapkan kegiatan pada 23–27 Oktober 2026 sebagai proyek percontohan (pilot project) Etape Tengah. Sebanyak sekitar 70 peserta dari komunitas karitatif akan menyusuri rute Bajawa–Boawae–Ende sejauh sekitar 70 kilometer, yang memadukan refleksi spiritual, sejarah, dan interaksi masyarakat.Ke depan, pengembangan Camino de Flores juga mencakup Etape Barat (Labuan Bajo–Ruteng) dan Etape Timur (Maumere–Larantuka), bahkan memungkinkan penggabungan seluruh etape sesuai dengan permintaan (demand).

Menpar Widiyanti menegaskan bahwa pelaksanaan proyek percontohan ini tidak sekadar menjadi ajang promosi, melainkan juga instrumen evaluasi untuk mengukur kesiapan teknis, operasional, dan kelembagaan destinasi, serta tingkat partisipasi para pihak dan masyarakat secara aktual.

“Kemenpar melalui Kedeputian Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur bersama BPOLBF telah menyusun dokumen Risk Assessment dan Emergency Response Plan yang detail. Kami memastikan kesiapan infrastruktur keselamatan dan keamanan, mulai dari penyiagaan road marshal, pos kesehatan, water station mobile, hingga mitigasi cuaca dan elevasi rute yang menantang,” tegas Menpar Widiyanti.

Perjalanan ini juga mengintegrasikan kegiatan sosial dan penggalangan kepedulian bagi masyarakat Flores. Hasil penggalangan dana direncanakan untuk mendukung renovasi rumah sakit, gereja, serta sarana budaya dan pariwisata, termasuk penyediaan fasilitas sanitasi dan akses air bersih.

Menpar Widiyanti mengapresiasi inisiatif Mari Elka Pangestu bersama tim yang menghadirkan Camino de Flores. “Perjalanan ini tidak sekadar menawarkan keindahan alam, tetapi mengintegrasikan spiritualitas, budaya, sejarah, dan keterlibatan masyarakat lokal dalam satu pengalaman yang bermakna,” ucapnya.

Guna memastikan keberlanjutan rute peziarahan ini pada masa depan, Kemenpar juga mendorong pembentukan tata kelola lintas wilayah yang solid. Kolaborasi ini melibatkan pembagian peran yang jelas, yang akan diformalkan melalui mekanisme kerja sama atau nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) antara Kementerian Pariwisata, BPOLBF, Pemerintah Provinsi NTT, pemerintah kabupaten di Ngada, Nagekeo, dan Ende, keuskupan se-Flores, serta komunitas lokal.

Melalui konsep perjalanan yang lebih lambat dan mendalam, wisatawan memiliki kesempatan untuk tinggal lebih lama (length of stay), yang secara langsung diharapkan meningkatkan perputaran ekonomi di desa-desa yang dilalui. Kehadiran jalur ini membuka peluang usaha bagi pengelola homestay, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), perajin tenun, serta pemandu wisata lokal.

Perjalanan Camino de Flores juga diharapkan membuka ruang bagi wisatawan untuk mengenal identitas dan kehidupan masyarakat Flores melalui tradisi tenun ikat, kekayaan kuliner lokal, serta sisi religius dan spiritual yang mengakar dalam keseharian.

Kain tenun menyimpan identitas budaya dan nilai adat, serta hadir dalam berbagai peristiwa kehidupan masyarakat. Di saat yang sama, proses menenun dan pemasaran hasilnya menjadi sumber penghidupan bagi banyak keluarga, terutama perempuan penenun. Sementara itu, kuliner menyimpan pengetahuan lokal dan tradisi yang diwariskan lintas generasi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
  • Sangat Memprihatinkan Rumah Dinas TNI untuk Judol, Pelaku Kini Ditahan
    oknum2 begini ini yg bikin citra loreng jadi ...
TENIS

Zverev Nomor Satu Dunia

1.5 jam yang lalu | Opik

Olahraga
Zverev Nomor Satu Dunia
Advertisement
Ochi Rosdiana dan Jeff Smith Ungkap Pengalaman Mistis di Balik Film Lingsir Wengi: Motel Malioboro

Ochi Rosdiana dan Jeff Smith Ungkap Pengalaman Mistis di Balik Film Lingsir Wengi: Motel Malioboro

13 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.