Pemkot Semarang: Peringatan Pertempuran 5 Hari Semarang di Monumen Tugu Muda Akan Libatkan 2.000 Orang
📅 Rabu, 14 Okt 2026, 06:57 WIB | Oleh: SriyonoSEMARANG - Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang mengungkapkan bahwa peringatan Pertempuran 5 Hari di Semarang yang akan berlangsung pada Rabu (14/10) malam di sekitar Monumen Tugu Muda akan melibatkan lebih dari 2.000 orang.
Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti, di Semarang, Selasa (13/10), mengajak masyarakat untuk menonton peringatan Pertempuran 5 Hari di Semarang.
Agenda tahunan yang sudah diselenggarakan ke-81 kalinya itu, kata dia, menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk mengenang perjuangan para pejuang dan warga Semarang dalam pertempuran yang berlangsung pada 14-18 Oktober 1945.
“Ini sejarah kota kita sendiri. Ajak keluarga, ajak anak-anak, supaya mereka tahu apa yang pernah diperjuangkan di sini,” kata Agustina.
Peristiwa bersejarah tersebut bermula pada 14 Oktober 1945, ketika delapan anggota Polisi Istimewa yang berjaga di tandon air Wungkal diserang tentara Jepang.
Pada malam yang sama, dr Kariadi, kepala laboratorium rumah sakit yang hendak memeriksa kabar dugaan peracunan air, dicegat dan gugur.
Keesokan harinya, ribuan tentara Jepang bersenjata lengkap menyerbu pusat kota dan menghadapi perlawanan pemuda, BKR, polisi, serta warga yang menggunakan senjata seadanya.
Pertempuran berakhir pada 18 Oktober setelah perundingan, dengan tidak kurang dari 2.000 pemuda dan pejuang gugur.
"Yang berjuang waktu itu orang-orang biasa. Tugas kita yang hidup hari ini adalah merawat apa yang mereka tinggalkan," kata Agustina.
Para personel yang terlibat peringatan Pertempuran 5 Hari, di antaranya terdapat 1.051 peserta upacara dari unsur TNI, Polri, taruna, pelajar, mahasiswa, dan relawan sosial, serta 300 tamu undangan.
"Kegiatan ini juga melibatkan personel penunjang dari 37 instansi dan perangkat daerah," katanya.
Kegiatan akan berlangsung di kawasan Tugu Muda dan halaman Museum Mandala Bhakti, Semarang, Rabu (14/10) mulai pukul 18.00 WIB.
Salah satu rangkaian yang menjadi ciri khas peringatan adalah teatrikal sejarah oleh Untag dan Teater Pitoelas bersama berbagai pihak.
Pertunjukan tersebut memperagakan kembali kisah pertempuran di kawasan tempat peristiwa bersejarah itu berlangsung, serta rangkaian kegiatan lainnya yang mencakup napak tilas, upacara, dan pembacaan cukilan sejarah.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!