KPAA 2026 Buka Ruang Regenerasi dan Pasar bagi Perupa Kulon Progo
📅 Rabu, 14 Okt 2026, 16:00 WIB | Oleh: Eko SKULON PROGO—Ruang bagi perupa lokal untuk bertemu publik sekaligus memperluas pasar karya seni dibuka melalui Kulon Progo Annual Art (KPAA) 2026. Sebanyak 40 karya hasil kurasi ditampilkan dalam pameran yang berlangsung di Gedung Kesenian Wates hingga 27 Oktober 2026.
Karya yang dipamerkan diseleksi dari 80 pendaftar dengan latar belakang beragam, mulai mahasiswa, guru, hingga seniman profesional. Selain menjadi wadah ekspresi, pameran diarahkan untuk mendorong regenerasi perupa serta memperluas peluang ekonomi bagi pelaku seni di Kulon Progo.
Bupati Kulon Progo R. Agung Setyawan menilai pameran seni dapat menjadi ruang untuk mengenalkan seni rupa sekaligus menumbuhkan minat generasi muda.
"Besar harapan saya, pameran ini dapat menumbuhkembangkan minat dan bakat anak-anak kita dalam menyalurkan hobinya di bidang seni rupa," tutur Agung, Selasa (13/10/2026).
Menurut dia, tersedianya ruang bagi seniman untuk menampilkan karya juga penting untuk menjaga keberlanjutan regenerasi perupa di daerah.
"Dari ajang seperti inilah kelak lahir perupa-perupa handal Kulon Progo yang akan mengikuti jejak para seniornya," pungkas Agung.
KPAA 2026 mengangkat tema "Tatag" yang dimaknai sebagai keteguhan mental dan keberanian. Tema tersebut dipilih bertepatan dengan momentum Hari Jadi ke-75 Kabupaten Kulon Progo dengan menghadirkan seni rupa sebagai refleksi untuk menghadapi berbagai tantangan zaman secara tangguh dan optimistis.
Kepala Dinas Kebudayaan Kulon Progo Joko Mursito mengatakan pengembangan seni rupa tidak cukup berhenti pada penyediaan ruang pamer. Akses pemasaran juga perlu diperluas agar karya para perupa memiliki nilai ekonomi.
"Kami mendorong akses pemasaran agar karya seniman kita bisa ditampilkan di lounge hotel maupun bandara sehingga bernilai ekonomi," ungkap Joko.
Penyelenggaraan KPAA di Gedung Kesenian Wates sekaligus dimanfaatkan untuk mengaktifkan kembali aset kebudayaan daerah sebagai ruang kegiatan publik.
"Sembari Taman Budaya digunakan atlet untuk persiapan PORDA 2027, kami berpameran di Gedung Kesenian untuk mengabarkan bahwa tempat ini masih bagus untuk berbagai kegiatan," jelas Joko.
Pameran juga dimanfaatkan sebagai sarana edukasi bagi pelajar. Sejumlah siswa sekolah dasar mengunjungi lokasi untuk mengenal karya dan perupa yang terlibat dalam KPAA.
Salah satunya Ida, siswi SD Kedundang, yang datang sekaligus mengerjakan tugas sekolah dengan mencatat nama perupa dan karya yang dipamerkan.
"Senang sekalilukisannya bagus bagus di sini, sekalian mengerjakan tugas dari Bu Guru untuk mencatat nama-nama pelukis dan hasil karyanya," tutur Ida dengan gembira.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!