Bandung Heritage Gelar Ajang Pameran Milestone Kota Bandung
📅 Rabu, 14 Okt 2026, 14:20 WIB | Oleh: Ilham SudrajatBANDUNG - Bandung Heritage menghadirkan pameran Milestone Kota Bandung di Microlibrary Asia Afrika pada 5–18 Oktober 2026 untuk memperkenalkan jejak sejarah dan tonggak penting perkembangan Kota Bandung kepada masyarakat.
Pameran ini secara khusus mengangkat sejarah perkembangan taman dan ruang terbuka hijau, sekaligus mengajak masyarakat memahami tantangan lingkungan perkotaan dari masa ke masa.
Ketua Bandung Heritage, Aji Bimarsono, menjelaskan pameran Milestone Kota Bandung merupakan tindak lanjut dari arahan Wali Kota Bandung agar jejak dan tonggak sejarah perkembangan kota semakin dikenal masyarakat.
“Nama Milestone Kota Bandung itu memang adalah arahan dari Pak Wali. Beliau ingin agar narasi mengenai jejak-jejak, tonggak-tonggak sejarah Kota Bandung itu semakin banyak tersosialisasikan kepada masyarakat,” kata Aji.
Pameran ini berupaya menerjemahkan arahan tersebut melalui penyajian informasi mengenai sejarah perkembangan Kota Bandung, khususnya terkait perjalanan pembangunan taman dan ruang terbuka hijau.
Materi pameran dibagi menjadi empat bagian. Dua bagian pertama membahas perkembangan Bandung pada masa kolonial, termasuk perpindahan pusat kota dan perubahan status administrasi menjadi gemeente atau kotamadya yang mendorong perkembangan sistem perencanaan dan pembangunan kota.
Bagian ketiga mengajak pengunjung merefleksikan kondisi Bandung saat ini, terutama tantangan akibat meningkatnya kepadatan penduduk dan berkurangnya ruang terbuka hijau.
Sementara itu, bagian keempat menampilkan pemikiran, penelitian, dan gagasan dari kalangan akademisi mengenai persoalan lingkungan, lanskap perkotaan, serta pengembangan ruang terbuka hijau.
Melalui rangkaian tersebut, pameran tidak hanya menyajikan catatan sejarah, tetapi juga membuka ruang refleksi mengenai pentingnya pelestarian warisan kota dan pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.
Salah seorang pengunjung, Agnes Soebakir, mengaku mendapatkan pengalaman berbeda setelah mengikuti penjelasan mengenai materi pameran secara menyeluruh. Menurut dia, pameran tersebut memberikan kesempatan untuk memahami kembali sejarah dan nilai penting yang terkandung dalam perkembangan Kota Bandung.
“Saya belum pernah melihat ini, lihat tapi acuh. Kalau hari ini benar-benar dijelasin dari awal sampai akhir,” ungkap Agnes.
Ia menilai, pelestarian sejarah dan lingkungan kota perlu menjadi perhatian bersama, termasuk dengan melibatkan generasi muda agar warisan yang ada tidak terabaikan.
“Kita sudah berumur, jadi kita harus menggerakkan generasi muda untuk melanjutkan apa yang ada pada saat ini. Itu tugas adik-adik semuanya. Jangan sampai ditinggalkan begitu saja,” tutur dia.
Agnes juga menyoroti pentingnya memperluas sosialisasi pameran agar dapat menjangkau lebih banyak kalangan, mulai dari pelajar, mahasiswa, hingga masyarakat umum.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!