Kemenekraf Siapkan Produk dan Talenta Kreatif Indonesia agar Tembus Pasar Jepang
📅 Rabu, 14 Okt 2026, 15:25 WIB | Oleh: Ilham SudrajatJAKARTA - Kemenekraf menjajaki peluang promosi produk, kekayaan intelektual (IP), dan talenta kreatif Indonesia di Jepang untuk memperluas akses pasar internasional. Upaya tersebut dibahas dalam audiensi Wamen Ekraf, Irene Umar, dengan Atase Perdagangan KBRI Tokyo, Merry Astrid Indriasari.
Irene Umar mengatakan pihaknya siap mendukung pelaku industri kreatif melalui kurasi dan pendampingan produk untuk mengikuti berbagai festival internasional. Hal ini termasuk Indonesia-Japan Friendship Festival (IJFF) 2026.
Menurut dia, promosi produk kreatif Indonesia perlu disesuaikan dengan karakter pasar Jepang tanpa menghilangkan identitas dan keunikan lokal. “Pertemuan ini menjadi langkah strategis untuk menyinergikan dan memperluas akses pasar global bagi produk kreatif Indonesia,” ucap Irene, dikutip dari Kemenekraf, Rabu (14/10).
Irene menambahkan, peluang kolaborasi juga dapat diperluas melalui World Conference on Creative Economy (WCCE) 2026. Adapun, acara tersebut akan berlangsung pada 21 hingga 23 Oktober di Jakarta.
Sementara itu, Merry menilai pasar Jepang memiliki peluang bagi produk kreatif Indonesia yang mengutamakan fungsi, kualitas, dan desain khas Nusantara. Produk berbahan kulit, kayu, dan rotan dinilai berpotensi menarik minat konsumen Jepang.
Sebaiknya Anda baca juga:
Hal ini didukung karakter konsumen Jepang yang cenderung menyukai desain sederhana, fungsional, dan warna yang tidak terlalu kontras. Pelaku industri kreatif Indonesia perlu mempertahankan ciri khas nasional sebagai nilai pembeda di pasar Jepang.
“Kalau kita ingin masuk ke pasar Jepang, jangan mencoba mengikuti gaya Jepang sepenuhnya. Tampilkan apa yang Indonesia punya. Justru ciri khas Indonesia itulah yang dapat diapresiasi oleh masyarakat Jepang dan menjadi nilai pembeda produk kreatif Indonesia,” ucap Merry.
Pengalaman promosi Indonesia pada Osaka World Expo 2025 juga menjadi modal untuk memperluas pengenalan di negara tersebut.
Melalui IJFF pada Desember 2026, KBRI Tokyo berharap produk dan talenta dari 21 subsektor ekraf Indonesia dapat menjangkau masyarakat Jepang. Promosi tersebut diharapkan tidak hanya menyasar diaspora Indonesia, tetapi juga masyarakat lokal Jepang.
Sejumlah produk dan karya yang berpotensi diperkenalkan meliputi jamu, kopi, parfum, tas, dan musik. Kementerian Ekonomi Kreatif bersama para mitra selanjutnya akan menjajaki bentuk kolaborasi yang sesuai dengan karakter pasar Jepang dan kesiapan industri nasional. ils/I-1
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!