Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pengadilan Bebaskan Para Pemimpin Gerakan Kecoak

3 Senin, 12 Okt 2026, 02:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pengadilan Bebaskan Para Pemimpin Gerakan Kecoak Pengadilan Bebaskan Para Pemimpin Gerakan Kecoak Doc: AFP/Sajjad HUSSAIN
Ket. Personel keamanan menahan seorang demonstran saat terjadi aksi protes di New Delhi yang menuntut Ketua Komisi Pemilihan Umum India mengundurkan diri pada Minggu (11/10).

NEW DELHI – Pendiri gerakan kecoak yang dipimpin kaum muda India dan dua pemimpin lainnya dibebaskan pada Minggu (11/10) sehari setelah mereka ditahan untuk menggagalkan protes besar-besaran terhadap komisioner pemilihan, kata pengacara mereka.

Kelompok tersebut mengatakan ribuan demonstran ditahan sebelum demonstrasi yang direncanakan pada Sabtu (10/10) lalu di New Delhi, yang merupakan puncak dari mobilisasi oposisi selama beberapa pekan menyusul tuduhan pelanggaran selama revisi daftar pemilih nasional.

Abhijeet Dipke dan dua pemimpin Partai Cockroach Janta (CJP) lainnya ditahan sebelum mereka turun dari pesawat setelah tiba di ibu kota dari Mumbai.

Ratna Singh, kepala pengacara Ketua Mahkamah Agung, mengatakan dalam sebuah unggahan di media sosial bahwa Dipke dan yang lainnya telah dibebaskan oleh pengadilan hakim eksekutif.

“Mereka telah dibebaskan dengan syarat bahwa mereka tidak melakukan pelanggaran ketertiban umum selama satu tahun,” kata Ratna Singh.

Dipke, yang mengenakan kemeja putih, dibawa pergi dengan kendaraan hitam tak lama setelah keluar dari pengadilan, seperti yang disaksikan oleh wartawan AFP.

Pihak berwenang melancarkan operasi keamanan besar-besaran di seluruh ibu kota pada Sabtu, menahan ribuan orang untuk mencegah para pengunjuk rasa berkumpul di lokasi protes Jantar Mantar di Delhi, menurut laporan CJP dan media India.

Aksi protes tersebut diselenggarakan untuk menuntut pengunduran diri kepala Komisi Pemilihan Umum India (ECI) terkait revisi daftar pemilih di seluruh negeri. Laporan media menyebutkan bahwa revisi tersebut mengakibatkan lebih dari 133 juta nama dihapus dari daftar pemilih.

Otoritas pemilihan mengatakan bahwa langkah ini bertujuan untuk menghilangkan data ganda, data dari orang yang meninggal, dan data palsu.

Sementara para kritikus mengatakan bahwa proses tersebut secara tidak proporsional telah mempengaruhi kaum minoritas, khususnya Muslim, dan berpotensi menguntungkan Partai Bharatiya Janata (BJP) yang berkuasa di bawah Perdana Menteri Narendra Modi yang berhaluan nasionalis Hindu.

Komisi Pemilihan India (ECI) telah menolak tuduhan adanya pelanggaran.

Kritik Tajam

Penangkapan pada Sabtu memicu kritik tajam dari para pemimpin oposisi, yang menuduh pemerintah Modi membungkam perbedaan pendapat, dan pihak lainnya.

Di Jenewa, Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia menyerukan pembebasan segera dan tanpa syarat bagi semua orang yang ditahan secara sewenang-wenang di New Delhi.

Baik Ketua Mahkamah Agung maupun pemimpin oposisi, Rahul Gandhi, telah berjanji untuk terus melanjutkan protes meskipun terjadi penindakan keras.

Gandhi mengatakan bahwa partainya, Kongres, dan kaum muda negara ini akan sekali lagi turun ke jalan dalam jumlah besar pada Senin (12/10).

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Daerah
Bapanas Perkuat Kesiapsiaga...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Polemik Kadar Emas, Konsumen Soroti Perbedaan Hasil Pengujian

Polemik Kadar Emas, Konsumen Soroti Perbedaan Hasil Pengujian

02 Nov 2026
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.