Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kurangi Emisi Karbon, PLN EPI Sebut Cofiring Biomassa di PLTU Rembang Bisa Jadi Contoh

3 Selasa, 03 Nov 2026, 09:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kurangi Emisi Karbon, PLN EPI Sebut Cofiring Biomassa di PLTU Rembang Bisa Jadi Contoh Kurangi Emisi Karbon, PLN EPI Sebut Cofiring Biomassa di PLTU Rembang Bisa Jadi Contoh Doc: PLN EPI
Ket. Biomassa di area stockpile dipersiapkan untuk mendukung program co-firing PLTU Rembang, Jawa Tengah.

JAKARTA - Direktur Biomassa PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) Hokkop Situngkir mengatakan pencampuran bahan bakar (cofiring) di PLTU Rembang, Jawa Tengah, dapat menjadi contoh bagi PLTU lainnya.

"PLTU Rembang menjadi salah satu PLTU dengan penerimaan terbanyak pada 2025. Saya sangat senang dengan penerimaan dan inovasi yang dilakukan," ujarnya saat melakukan kunjungan ke PLTU tersebut, sebagaimana dikutip dari keterangannya di Jakarta, Selasa.

Ia menerangkan PLTU Rembang memiliki inovasi yang patut ditiru dan diterapkan di PLTU lainnya.

Menurut dia, di PLTU Rembang terdapat dua zona dan dua akses untuk menerima dan menyimpan biomassa.

Dengan sistem ini, ketika zona pertama telah penuh, penerimaan biomassa dapat dialihkan ke zona kedua.

Pengaturan tersebut memungkinkan proses penerimaan dan penyimpanan biomassa tetap berjalan tanpa mengganggu aktivitas di zona lainnya.

Dengan demikian, ucap Hokkop, proses pencampuran biomassa dan batu bara bisa lebih optimal.

Selain itu, karena terdapat dua pintu akses, pembongkaran pun lebih lancar, memudahkan penataan, sehingga kondisi kerja lebih aman.

Kedua akses masuk itu memiliki kapasitas penampungan masing-masing 13 ribu ton biomassa.

"Cofiring di PLTU Rembang saat ini sekitar 5 persen hingga 10 persen," lanjut Hokkop, dalam kunjungannya yang diterima Senior Manager PLN Nusantara Power UP Rembang Jayadi beserta jajaran.

Hokkop juga mengatakan penerimaan biomassa di PLTU tersebut selalu naik dari tahun ke tahun.

Di 2023, sebutnya, penerimaan biomassa di PLTU Rembang tercatat 76 ribu ton.

Angka tersebut naik signifikan pada 2024 menjadi 118 ribu ton.

Sedangkan, pada tahun lalu, penerimaan biomassa di PLTU Rembang sebesar 185 ribu ton.

"Saya mengapresiasi pelaksanaan cofiring biomassa di PLTU Rembang. Target cofiring dan MWh green PLTU Rembang selalu tercapai. Saya berharap, target cofiring bisa tercapai sehingga mendukung program pengurangan emisi," sebutnya.

Hokkop juga melakukan kunjungan ke PLTU Tanjung Awar-awar, Tuban, Jatim, yang diterima Senior Manager Nusantara Power UP Tanjung Awar-awar Tri Wahyudi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta

Rupiah Masih Rentan - 3 November 2026

1.5 jam yang lalu | Rizal Azhari

Ekonomi
Rupiah Masih Rentan - 3 Nov...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Polemik Kadar Emas, Konsumen Soroti Perbedaan Hasil Pengujian

Polemik Kadar Emas, Konsumen Soroti Perbedaan Hasil Pengujian

02 Nov 2026
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.