Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Sejarah Tata Ruang Jakarta Dibukukan, Fauzi Bowo: Bukan Sekadar Catatan Masa Lalu

3 Selasa, 03 Nov 2026, 09:48 WIB | Oleh: Tim Penulis
Sejarah Tata Ruang Jakarta Dibukukan, Fauzi Bowo: Bukan Sekadar Catatan Masa Lalu Sejarah Tata Ruang Jakarta Dibukukan, Fauzi Bowo: Bukan Sekadar Catatan Masa Lalu Doc: Beritajakarta
Ket. Peluncuran buku 'Perjalanan Penataan Ruang Ibu Kota Jakarta 1965-2012' di Universitas Pembangunan Jaya (UPJ), Bintaro Jaya, Tangerang Selatan, Senin.

JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta periode 2007-2012, Fauzi Bowo, bersama tim penulis menggelar diseminasi awal (soft launching) buku berjudul Perjalanan Penataan Ruang Ibu Kota Jakarta 1965-2012 di Theater I, Universitas Pembangunan Jaya (UPJ), Bintaro Jaya, Tangerang Selatan.

Fauzi Bowo mengatakan, buku tersebut merangkum secara komprehensif dinamika, tantangan, serta transformasi penataan ruang Jakarta selama hampir setengah abad, sejak penetapan Jakarta sebagai Ibu Kota Negara hingga 2012.

Menurutnya, buku ini tidak sekadar menjadi catatan sejarah, tetapi juga refleksi dan sumber pembelajaran berharga bagi generasi penerus dalam memahami perjalanan pembangunan Jakarta.

"Buku ini bukan sekadar catatan masa lalu, melainkan sebuah refleksi dan pembelajaran berharga bagi generasi penerus. Menata Jakarta adalah proses panjang yang mempertemukan aspek teknokratis, politik, dan pemenuhan kebutuhan warga," ujarnya, Senin (2/11).

Fauzi menjelaskan, buku Perjalanan Penataan Ruang Ibu Kota Jakarta 1965-2012 mengulas berbagai arsip penting dan cetak biru perencanaan kota secara kronologis. 

"Pembahasannya mencakup dinamika penanganan banjir, transportasi makro, infrastruktur perkotaan, pengaturan bangunan bertingkat, hingga pengendalian pertanahan dengan tetap memperhatikan pelestarian peninggalan sejarah," terangnya.

Ketua Dewan Adat Lembaga Adat dan Kebudayaan Betawi (LAKB) ini memaparkan, buku tersebut juga mengangkat kompleksitas pengelolaan kota dalam lingkup lokal, regional, maupun nasional. Kehadirannya diharapkan dapat menjadi panduan strategis bagi para pengambil kebijakan dalam mengelola kawasan megapolitan pada masa mendatang.

Ia menuturkan, penyusunan buku ini berawal dari gagasan dan prinsip bersama para perencana kota bahwa pembangunan Jakarta tidak boleh terkotak-kotak oleh pergantian kepemimpinan. Perencanaan kota harus berjalan secara konsisten, berkesinambungan, dan berkelanjutan.

"Gubernur boleh berganti, tetapi Kota Jakarta harus tetap dirancang secara konsisten dan berkesinambungan. Kami bersama kawan-kawan perencana, baik yang masih ada maupun yang sudah mendahului kami, mencoba merangkum pengalaman-pengalaman tersebut ke dalam sebuah buku perjalanan tata ruang," ungkapnya.

Fauzi menambahkan, tahun 1965 dipilih sebagai titik awal pembahasan karena pada periode tersebut Jakarta secara yuridis formal mulai ditegaskan sebagai Ibu Kota Negara dan memiliki rencana induk (master plan) tata ruang pertama untuk periode 1965-1985.

Sementara itu, tahun 2012 menjadi batas akhir pembahasan karena sebagian besar tim penyusun dan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang berkiprah dalam perencanaan kota telah memasuki masa purnabakti pada tahun tersebut.

Buku ini, lanjut pria yang akrab disapa Foke, tidak hanya merekam perjalanan sejarah, tetapi juga menyajikan evaluasi berdasarkan data dan pengalaman masa lalu. 

"Materi tersebut diharapkan dapat menjadi basis pengetahuan sekaligus bahan pembelajaran bagi pembuat kebijakan dan perencana kota generasi penerus," bebernya.

Ia menekankan pentingnya perencanaan tata ruang yang terintegrasi secara komprehensif di berbagai sektor, mulai dari transportasi massal, lingkungan hidup, hingga penyediaan sarana dan prasarana umum.

Keterpaduan perencanaan tersebut menjadi hal penting untuk menjawab tantangan perkembangan Jakarta menuju kota global yang berdaya saing, sekaligus memiliki kualitas hidup yang baik bagi masyarakatnya.

"Warga adalah komponen utama kehidupan kota. Jika warga merasa sejahtera, aman, dan tenteram, itulah tujuan utama dari pembangunan. Kami berharap pembangunan Jakarta ke depan tidak hanya bertumpu pada pemerintah semata, tetapi juga melibatkan seluruh warga yang merasa memiliki dan mencintai kotanya," ucapnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Daerah
Bapanas Perkuat Kesiapsiaga...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Polemik Kadar Emas, Konsumen Soroti Perbedaan Hasil Pengujian

Polemik Kadar Emas, Konsumen Soroti Perbedaan Hasil Pengujian

02 Nov 2026
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.