Awas Jebakan Loker Luar Negeri! Waspada Kemkomdigi Ungkap Modus Gaji Besar Tak Wajar, Itu 'Too Good to be True'!
📅 Senin, 12 Okt 2026, 18:16 WIB | Oleh: OpikJAKARTA - Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) meminta warga Indonesia mewaspadai tawaran bekerja di luar negeri (LN) dengan iming-iming gaji yang tidak wajar agar dapat terhindar dari tindak kejahatan dan pelanggaran hukum.
"Komdigi mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati terhadap tawaran kerja yang beredar di ruang digital, terutama tawaran yang bersifat too good to be true," kata Sekretaris Direktorat Jenderal Pengawasan Ruang Digital Mediodecci Lustarini kepada wartawan pada Senin (12/10).
Dia menyampaikan bahwa saat ini banyak upaya penipuan yang dilakukan dengan kedok menawarkan pekerjaan di LN dengan iming-iming gaji tidak wajar. Pelaku kejahatan membagikan tawaran pekerjaan semacam itu melalui platform daring.
Sebagai contoh, tawaran untuk bekerja sebagai tentara bayaran di Russia yang pada pada September 2026 menjadi sorotan publik.
Pemerintah Indonesia menyelidiki kemungkinan adanya tindak kejahatan seperti penipuan dan eksploitasi berkenaan dengan penawaran pekerjaan tersebut.
Mediodecci mengimbau warga yang sedang mencari pekerjaan agar jeli memeriksa sumber informasi mengenai lowongan pekerjaan di luar negeri.
"Masyarakat perlu memeriksa validitas tawaran melalui sumber resmi serta memastikan bahwa pekerjaan tersebut tidak melanggar hukum ataupun membawa dampak hukum bagi individu," kata Mediodecci.
Kemkomdigi membuka ruang pengaduan bagi warga yang mendapati konten digital berkenaan dengan lowongan pekerjaan yang dinilai mencurigakan.
"Apabila masyarakat menemukan konten terkait, masyarakat dapat melaporkannya melalui aduankonten.id untuk ditindaklanjuti," kata Mediodecci.
Sekain itu, Kemkomdigi berkolaborasi dengan instansi pemerintah lain, termasuk Polri dan Kementerian Luar Negeri, dalam menangani penyebaran informasi dan konten digital berkenaan dengan penipuan berkedok penawaran lowongan kerja.
Duta Besar RI untuk Federasi Russia merangkap Belarusia Jose Antonio Morato Tavares pada Jumat (18/9) menyampaikan bahwa KBRI Moskow menerima puluhan telepon dari warga Indonesia yang menduga kerabatnya menjadi tentara bayaran di Russia.
Kedutaan Besar RI menginventarisasi dan memeriksa secara seksama informasi dari keluarga atau kerabat yang melaporkan bahwa anggota keluarganya menjadi tentara bayaran di Russia.
Tavares mengatakan bahwa kedutaan berupaya memverifikasi setiap laporan yang masuk, tetapi bukti lengkap kerap sulit diperoleh.
KBRI Moskow telah mengirimkan nota verbal kepada Kementerian Luar Negeri Russia dan instansi terkait lain untuk memverifikasi laporan-laporan tersebut.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!