Pencegahan Stunting Dimulai Sejak Kehamilan
📅 Minggu, 11 Okt 2026, 22:37 WIB | Oleh: Tim PenulisTanjung Selor, Kaltara - Bupati Bulungan Syarwani meminta agar pencegahan stunting di Kabupaten Bulungan dimulai sejak kehamilan atau anak masih dalam kandungan hingga berusia dua tahun.
“Pencegahan stunting harus dimulai sejak masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun melalui pemenuhan gizi, pola hidup sehat dan pendampingan keluarga,” ujar Syarwani di Tanjung Selor, Kalimantan Utara (Kaltara), Minggu.
Menurutnya, untuk melakukan pencegahan stunting tersebut, tentu harus ada keterlibatan berbagai pihak, seperti kader Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK), tenaga kesehatan, pemerintah desa dan masyarakat.
“Keterlibatan mereka menjadi kunci untuk menekan angka stunting di Kabupaten Bulungan,” katanya.
Syarwani mengatakan bahwa angka stunting di Bulungan menunjukkan penurunan prevalensi stunting dari 22,9% pada tahun 2021 menjadi 15,9% di tahun 2024, lebih rendah dari target nasional 14%. Meski demikian, kata dia, capaian tersebut tidak boleh membuat seluruh pihak lengah karena potensi stunting masih ada dan membutuhkan penanganan berkelanjutan.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Hari ini masih ada potensi stunting itu dan tentu harus ada ikhtiar serta upaya kita memberikan pemahaman terkait pola hidup sehat, termasuk kecukupan asupan gizi bagi putra-putri kita. Jadi bukan berarti stunting tidak ada di Kabupaten Bulungan,” ujarnya.
Periode 1.000 hari pertama kehidupan yang dimulai sejak masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun, menurutnya merupakan fase penting dalam menentukan tumbuh kembang anak.
Karena itulah, kata dia, upaya pencegahan harus dilakukan sejak dini, terutama melalui pemenuhan kebutuhan gizi ibu hamil dan anak.
Sebab itu, Syarwani meminta kader-kader PKK di setiap desa untuk lebih aktif mendampingi keluarga, khususnya ibu hamil dan keluarga yang memiliki anak balita.
“Pendampingan ini kita harapkan dapat meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya menjaga kesehatan dan memenuhi kebutuhan gizi sejak awal kehidupan,” kata Bupati Syarwani.
Di setiap desa pada setiap tahun, kata Bupati Bulungan, pasti ada masyarakat yang tengah dalam proses kehamilan. Untuk itu, mereka harus dikawal dan senantiasa dilakukan pembinaan agar dapat meminimalisir potensi stunting.
Untuk mengawal dan melakukan pembinaan, lanjutnya, harus diperkuat pendampingan keluarga dan ia juga mendorong agar pemenuhan kebutuhan protein melalui pengembangan pangan berbasis rumah tangga.
“Salah satu langkah yang diusulkan adalah membudidayakan ayam petelur di rumah-rumah kader PKK,” ujarnya.
Upaya tersebut menurutnya tidak hanya berpotensi membantu memenuhi kebutuhan telur keluarga, tetapi juga mendukung pemenuhan gizi masyarakat secara berkelanjutan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!