Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

KEK Kura-Kura Bali Didorong Jadi Pusat Pengembangan AI

📅 Minggu, 11 Okt 2026, 15:27 WIB | Oleh:
KEK Kura-Kura Bali Didorong Jadi Pusat Pengembangan AI Doc: antara foto
Ket. Deputi Bidang Koordinasi Perniagaan dan Ekonomi Digital Kemenko Perekonomian sekaligus Plt. Sekretaris Jenderal Dewan Nasional KEK Ali Murtopo Simbolon

JAKARTA - Pemerintah mendorong Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kura-Kura Bali menjadi pusat pengembangan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dan semikonduktor melalui penguatan kerja sama Indonesia-Tiongkok.

Deputi Bidang Koordinasi Perniagaan dan Ekonomi Digital Kemenko Perekonomian sekaligus Plt. Sekretaris Jenderal Dewan Nasional KEK Ali Murtopo Simbolon mengatakan KEK Kura-Kura Bali menjadi salah satu kawasan strategis untuk mengembangkan kolaborasi di bidang teknologi dan industri.

“Dalam situasi persaingan dan ketidakpastian global, Indonesia menawarkan ruang yang aman bagi pengembangan akademik dan kolaborasi industri. Tsinghua Southeast Asia Center (TSEA) dapat menjadi jembatan antara Tiongkok, kawasan Asia Tenggara, dan dunia,” ujar Ali dalam keterangan resmi di Jakarta, Minggu (11/10).

Ia menegaskan kerja sama Indonesia-Tiongkok ke depan perlu diarahkan tidak hanya pada peningkatan investasi, tetapi juga penguatan teknologi, riset, sumber daya manusia, dan kapasitas industri nasional.

Di KEK Kura-Kura Bali, TSEA telah menjalankan sejumlah program di bidang fisika dan neurosains serta menginisiasi forum semikonduktor bersama Tsinghua University.

Ke depan, kawasan tersebut dipersiapkan untuk menindaklanjuti program di bidang AI, riset dan pengembangan digital, serta ekonomi digital.

Pengembangan ekosistem teknologi itu juga didukung oleh kehadiran investor Tiongkok di berbagai KEK di Indonesia.

Pada triwulan II-2026, sebanyak 97 dari total 481 badan usaha atau tenant di KEK merupakan perusahaan asal Tiongkok.

Secara keseluruhan, Indonesia memiliki 25 KEK dengan luas sekitar 23.797,88 hektare.

Kawasan-kawasan tersebut telah mencatat investasi kumulatif sekitar 20,7 miliar dollar AS, melibatkan 481 badan usaha, dan menciptakan lebih dari 283 ribu lapangan kerja.

Untuk memperkuat kemitraan industri, pemerintah juga mendorong kerja sama melalui skema Two Countries Twin Parks (TCTP), yang menghubungkan potensi sumber daya dan pasar Indonesia dengan kapasitas investasi, teknologi, dan industri Tiongkok.

Melalui skema tersebut, kedua negara diharapkan dapat mengembangkan proyek industri yang lebih konkret dan terintegrasi, sekaligus meningkatkan nilai tambah ekonomi.

Sementara itu, hingga semester I 2026, KEK Kura-Kura Bali mencatat realisasi investasi kumulatif sebesar Rp1,8 triliun dengan penyerapan 2.173 tenaga kerja. Kawasan tersebut juga mencatat 131.657 kunjungan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
  • Sangat Memprihatinkan Rumah Dinas TNI untuk Judol, Pelaku Kini Ditahan
    oknum2 begini ini yg bikin citra loreng jadi ...
  • Bahlil Pasang Rem Industri Nikel, Smelter Setengah Jadi Bisa Dimoratorium
    Langkah moratorium smelter setengah jadi ini memang sudah ...
Luar Negeri
Pilu Penderitaan Warga Suda...
Daerah
Wali Kota Bandung Buka Turn...
Advertisement
Marco Bezzecchi Juara MotoGP Indonesia 2026, Tradisi Unik Mandalika Berlanjut

Marco Bezzecchi Juara MotoGP Indonesia 2026, Tradisi Unik Mandalika Berlanjut

11 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.