Lestarikan Budaya, Long Pahangai Bersiap Sambut Ribuan Tamu pada Festival Hudoq Pekayang
📅 Minggu, 11 Okt 2026, 13:08 WIB | Oleh: SriyonoMAHAKAM ULU - Kecamatan Long Pahangai, Kabupaten Mahakam Ulu, Kalimantan Timur (Kaltim), siap menyambut sekitar 3.000 tamu dan partisipan dalam Festival Hudoq Pekayang pada 20–22 Oktober 2026 dalam giat adat dan pelestarian budaya yang telah masuk dalam program Karisma Event Nusantara (KEN) sejak 2024.
"Hingga kini panitia di Kampung Long Pahangai II, Kecamatan Long Pahangai, terus mematangkan persiapan karena kami ingin pelestarian budaya yang masuk kalender nasional ini sukses di semua aspek," ujar Camat Long Pahangai Thomas Ding di Long Pahangai, Minggu (11/10).
Festival yang menjadi wadah pelestarian tradisi masyarakat Dayak Bahau ini mengangkat tema "Hudoq Pekayang: Antara Manusia, Alam dan Tradisi sebagai Penjaga Warisan Budaya Leluhur", dengan slogan "Melestarikan Budaya, Menguatkan Identitas, Menuju Mahakam Ulu (Mahulu) Melaju".
Tahun ini, kata Thomas, sebanyak 13 kampung dari seluruh wilayah kecamatan dipastikan turut berpartisipasi dalam kegiatan berskala regional tersebut.
Sebanyak 13 kampung itu adalah Delang Kerohong, Long Pakaq, Long Lunuk, Long Isun, Naha Aruq, Datah Naha, Lirung Ubing, Long Pahangai I, Long Pahangai II, Long Tuyoq, Liu Mulang, Long Pakaq Baru, dan Long Lunuk Baru.
"Kehadiran peserta dari seluruh kampung menunjukkan semangat kebersamaan yang luar biasa. Hudoq Pekayang bukan sekadar pertunjukan seni, melainkan wujud nyata ikatan persaudaraan antarwarga di kawasan hulu Mahakam," ujar Thomas.
Ia menjelaskan rangkaian kegiatan dirancang dengan memadukan ritual adat, musyawarah, pertunjukan seni, hingga bazar produk unggulan warga.
Pembukaan dijadwalkan berlangsung Selasa (20/10), diawali dengan kedatangan kontingen, prosesi adat Nutul dan Napoq, serta parade budaya menuju lapangan utama. Malamnya akan digelar Malam Budaya Kesenian Terpimpin yang menampilkan pertunjukan dari masing-masing kampung peserta.
Hari kedua, Rabu (21/10), dilangsungkan Musyawarah Adat di Lamin Adat Umaq Beluaq untuk membahas penentuan tuan rumah berikutnya serta rencana kegiatan adat tahun mendatang, disertai kompetisi permainan tradisional dan bazar UMKM.
Puncak penutupan berlangsung Kamis (22/10), dengan penyerahan piagam penghargaan kepada seluruh kampung peserta, ramah tamah, serta prosesi sakral Nyulai Kenap Sayuq sebagai penutup rangkaian festival.
Panitia telah menyiapkan anggaran yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Kampung Long Pahangai II, termasuk dukungan sponsor dan masyarakat.
Thomas Ding berharap festival ini tidak hanya menjaga kelestarian warisan leluhur, tetapi juga mendorong pengembangan pariwisata budaya dan ekonomi kreatif di wilayah perbatasan Kaltim.
"Dengan semangat gotong royong dan kepatuhan terhadap ketentuan adat, kami yakin Hudoq Pekayang 2026 akan berjalan aman, tertib, dan membawa manfaat nyata bagi seluruh masyarakat," ucapnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!