Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Apa yang Terjadi di Celukan Bawang? Film Dokumenter Ini Ungkap Potret Kehidupan Warga Bali Utara

📅 Minggu, 11 Okt 2026, 00:18 WIB | Oleh:

Dokumenter tersebut mempertanyakan posisi Celukan Bawang dalam agenda pembangunan energi, terutama ketika kebutuhan untuk memenuhi konsumsi energi berhadapan dengan keberlangsungan ruang hidup masyarakat pesisir.

Sinopsis film juga menyoroti persoalan transparansi komunikasi mengenai kebijakan pengembangan energi berbasis LNG kepada warga.

Persoalan ini menjadi bagian dari kegelisahan yang hendak disampaikan melalui film.

Dengan demikian, film tersebut tidak hanya berbicara tentang energi, tetapi juga mengenai bagaimana kebijakan pembangunan dirumuskan, dikomunikasikan, dan berdampak terhadap masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan pengembangan.

Rai berharap film dokumenter tersebut dapat menjadi media untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap berbagai persoalan publik, termasuk kebijakan pembangunan dan energi.

Ia ingin penonton tidak hanya menerima pembangunan sebagai proses untuk memenuhi kebutuhan energi, tetapi juga bersikap kritis terhadap dampak dan konsekuensinya bagi kehidupan warga.

Dalam proses produksi, salah satu tantangan yang dihadapi adalah belum terwujudnya pembangunan yang menjadi bagian dari isu yang diangkat. Kondisi tersebut membuat tim produksi harus mencari cara untuk membangun visual mengenai sesuatu yang belum tersedia secara nyata.

“Karena belum terjadi proses pembangunan (pembangkitnya), sehingga kita perlu mengimajinasikan itu. Itu sih tantangannya, karena barangnya belum ada. Jadi kita harus mencari cara bagaimana menyusun visualnya,” kata Rai.

Meski menghadapi tantangan tersebut, ia menyebut tanggapan masyarakat terhadap film ini sangat baik dan suportif.

Melalui Celukan Bawang: Zona Pengorbanan Energi Bali, Rai berupaya menghadirkan potret kehidupan masyarakat pesisir yang berada di persimpangan antara kebutuhan energi, agenda pembangunan, dan keberlanjutan lingkungan.

Film berdurasi 25 menit ini diharapkan dapat membuka ruang diskusi yang lebih luas mengenai hubungan antara konsumsi energi dan wilayah yang menjadi sumber pemenuhannya, sekaligus mendorong perhatian terhadap masyarakat yang terdampak oleh arah pembangunan tersebut.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
  • Sangat Memprihatinkan Rumah Dinas TNI untuk Judol, Pelaku Kini Ditahan
    oknum2 begini ini yg bikin citra loreng jadi ...
  • Bahlil Pasang Rem Industri Nikel, Smelter Setengah Jadi Bisa Dimoratorium
    Langkah moratorium smelter setengah jadi ini memang sudah ...
Advertisement
Saldo Tabungan Masyarakat Menyusut, Fenomena “Mantab” Jadi Sorotan

Saldo Tabungan Masyarakat Menyusut, Fenomena “Mantab” Jadi Sorotan

10 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.