Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Yili Indonesia Perkuat SDM UMKM Daerah melalui Kolaborasi Keamanan Pangan

📅 Kamis, 08 Okt 2026, 21:55 WIB | Oleh:

Program KKNT KP juga menjadi bagian dari implementasi Merdeka Belajar-Kampus Berdampak (MBKB). Mahasiswa memperoleh pengalaman langsung di lapangan sekaligus menjalankan peran sosial melalui edukasi dan pendampingan kepada masyarakat.

Kolaborasi dalam program tersebut melibatkan dunia usaha melalui dukungan tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR). Dukungan tersebut antara lain digunakan untuk menunjang operasional mahasiswa selama berada di lapangan, menyediakan peralatan produksi sederhana bagi UMK binaan, serta mendukung pameran hasil kegiatan KKN di desa.

Keterlibatan dunia usaha melengkapi peran pemerintah dan perguruan tinggi dalam pelaksanaan program. BPOM memberikan pembekalan dan kerangka pendampingan terkait keamanan pangan, perguruan tinggi mengerahkan mahasiswa, sedangkan dukungan industri membantu menunjang pelaksanaan kegiatan di lapangan.

Salah satu pelaksanaan program pada 2026 melibatkan Universitas Mataram. Sebelum menjalankan kegiatan di lapangan, mahasiswa mendapatkan pembekalan teknis mengenai keamanan pangan dan berbagai aspek yang akan ditemui ketika melakukan pendampingan kepada masyarakat dan pelaku usaha.

Universitas Mataram menjadi salah satu dari lima perguruan tinggi yang tercantum dalam kolaborasi Program KKNT Keamanan Pangan BPOM 2026. Perguruan tinggi lainnya adalah IPB University, Universitas Diponegoro, Universitas Hasanuddin, dan Universitas Tanjungpura.

Untuk Universitas Mataram, pelaksanaan program mencakup pendampingan di 10 desa. Sementara cakupan program secara keseluruhan meliputi sejumlah wilayah KKN di Jawa maupun luar Jawa.

Perwakilan Universitas Mataram, Maiser Syaputra, S.Hut., M.Si., mengatakan program tersebut memberikan ruang bagi mahasiswa untuk menerapkan pengetahuan sekaligus berinteraksi secara langsung dengan masyarakat.

“Bagi Universitas Mataram, Program KKN Tematik Keamanan Pangan memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan pengetahuan yang mereka peroleh sekaligus berkontribusi secara nyata bagi masyarakat. Melalui pendampingan di 10 desa, mahasiswa dapat berinteraksi langsung dengan masyarakat dan pelaku UMK pangan, khususnya dalam meningkatkan pemahaman mengenai keamanan pangan, proses produksi yang baik, serta pemenuhan aspek administrasi dan regulasi,” ujar Maiser.

Ia menambahkan, dukungan dari mitra industri turut membantu memperkuat pelaksanaan program di daerah.

“Kami mengapresiasi kolaborasi dengan BPOM dan dukungan dari mitra industri seperti Yili Indonesia yang turut memperkuat pelaksanaan program ini di daerah,” katanya.

Mendorong Penguatan Ekosistem Pangan Daerah

Bagi Yili Indonesia, keterlibatan dalam program tersebut tidak hanya berkaitan dengan dukungan terhadap kegiatan mahasiswa, tetapi juga dengan upaya memperkuat kapasitas masyarakat dan pelaku usaha pangan di daerah.

Penguatan UMK pangan menjadi penting karena sektor tersebut berkaitan langsung dengan aktivitas ekonomi masyarakat. Namun, pengembangan usaha pangan juga perlu berjalan seiring dengan peningkatan pemahaman mengenai keamanan pangan, standar produksi, dan kepatuhan terhadap regulasi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Bahlil Pasang Rem Industri Nikel, Smelter Setengah Jadi Bisa Dimoratorium
    Langkah moratorium smelter setengah jadi ini memang sudah ...
  • Profil Empat Nama Pemain Tambahan Timnas yang Akan Direkrut untuk Piala Asia 2027
    Timnas bakal lebih tajam dengan tambahan pemain ini ...
  • Industri Tekstil RI Kalah Canggih dari China, Menperin Sarmuji Bongkar Biang Keroknya
    Langkah Kemenperin memprioritaskan restrukturisasi mesin yang telah berusia ...
  • Pasar Makin Prospektif, Kemenperin Pacu Industri Mainan Tembus Pasar Global
    Pencapaian ekspor mainan yang menembus USD 351,8 juta ...
  • Industri Mesin Diperkuat, Indonesia Tak Mau Terus Bergantung Impor
    Langkah strategis Ditjen ILMATE Kemenperin yang disampaikan oleh ...
Daerah
Adu Kreatif Kuliner Indones...
Olahraga
Persib Bandung Tumbangkan P...
Advertisement
Fenomena Tikungan ke-13 Mandalika: Antara Mitos Atau Sekadar Medan Balap yang Sulit?

Fenomena Tikungan ke-13 Mandalika: Antara Mitos Atau Sekadar Medan Balap yang Sulit?

08 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.