Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Adu Kreatif Kuliner Indonesia vs Prancis

📅 Kamis, 08 Okt 2026, 23:07 WIB | Oleh: Tim Penulis
Adu Kreatif Kuliner Indonesia vs Prancis Doc: Antara
Ket. Duta Besar Prancis untuk Indonesia Fabien Penone saat berbincang dengan para perwakilan pimpinan perguruan tinggi di Jawa Tengah, di Pasren Garden Resto Semarang, Kamis (8/10/2026).

Semarang - Duta Besar Prancis untuk Indonesia Fabien Penone menyaksikan "Lomba Masak Hidangan Indonesia x Prancis" bertajuk "Saveurs Croisées: Deux Cultures, Milles Saveurs'"di Pasren Garden Resto Semarang, Kamis.

Lomba tersebut diikuti enam tim dari SMP, SMA, dan perguruan tinggi di Jawa Tengah yang berhasil lolos kurasi daring, kemudian mereka beradu kemampuan dalam babak final melalui sesi "live cooking" di hadapan juri.

Fabien menyampaikan bahwa gastronomi menjadi salah satu cara efektif untuk mempertemukan masyarakat Indonesia dan Prancis.

Menurut dia, kedua negara memiliki kedekatan dalam hal budaya makan, sebab masyarakat Indonesia dan Prancis sama-sama memiliki tradisi berkumpul bersama keluarga sambil menikmati makanan.

"Gastronomi adalah cara yang baik untuk mendorong pertukaran antarmasyarakat. Orang Prancis dan Indonesia sama-sama mencintai kuliner dan menikmati makanan," katanya.

Ia menilai kegiatan seperti lomba memasak dapat menjadi pintu bagi generasi muda Indonesia untuk mengenal budaya Prancis.

Lebih dari itu, kegiatan tersebut juga membuka wawasan mengenai peluang pendidikan dan pekerjaan di sektor gastronomi.

Regan Arrazzaq, salah satu juri yang juga jebolan MasterChef Junior Indonesia Season 3 mengatakan bahwa peserta ditantang menggabungkan teknik masak Prancis dengan cita rasa khas Indonesia.

Ia mencontohkan rendang, sebagai salah satu contoh bahan dan karakter rasa lokal yang diolah menggunakan pendekatan teknik Prancis, serta mengeksplorasi bahan pangan lokal, seperti ubi dan kentang.

"Ini lomba dengan tema 'Deux Cultures, Mille Saveurs', dua budaya dengan beragam rasa. Peserta menggabungkan teknik memasak Prancis dengan makanan khas Indonesia seperti rendang, bumbu merah, dan bumbu kuning," katanya.

Penilaian tidak hanya mencakup tampilan makanan, namun kreativitas peserta memang menjadi salah satu pertimbangan, dengan rasa tetap menjadi faktor penting dalam menentukan pemenang.

Hasilnya, AKS Ibu Kartini keluar sebagai juara pertama. Universitas Negeri Semarang (Unnes) menempati posisi kedua, sedangkan SMAN 1 Jepara meraih juara ketiga.

Sementara itu, owner Pasren Garden Resto Semarang Putma Sri Hapsari mengaku memang sengaja mengundang Dubes Prancis untuk menyaksikan lomba memasak perpaduan kuliner dua negara.

"Ini yang kedua (kehadiran dubes, red.). Yang pertama hanya datang menikmati makanan. Yang kedua, memang kebetulan mereka apa di Semarang, akhirnya kami bikilah sekalian ada even," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Bahlil Pasang Rem Industri Nikel, Smelter Setengah Jadi Bisa Dimoratorium
    Langkah moratorium smelter setengah jadi ini memang sudah ...
  • Profil Empat Nama Pemain Tambahan Timnas yang Akan Direkrut untuk Piala Asia 2027
    Timnas bakal lebih tajam dengan tambahan pemain ini ...
  • Industri Tekstil RI Kalah Canggih dari China, Menperin Sarmuji Bongkar Biang Keroknya
    Langkah Kemenperin memprioritaskan restrukturisasi mesin yang telah berusia ...
  • Pasar Makin Prospektif, Kemenperin Pacu Industri Mainan Tembus Pasar Global
    Pencapaian ekspor mainan yang menembus USD 351,8 juta ...
  • Industri Mesin Diperkuat, Indonesia Tak Mau Terus Bergantung Impor
    Langkah strategis Ditjen ILMATE Kemenperin yang disampaikan oleh ...
Olahraga
Persib Bandung Tumbangkan P...
Advertisement
Fenomena Tikungan ke-13 Mandalika: Antara Mitos Atau Sekadar Medan Balap yang Sulit?

Fenomena Tikungan ke-13 Mandalika: Antara Mitos Atau Sekadar Medan Balap yang Sulit?

08 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.