Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Proyek Wanam Merauke: 133 Km Irigasi Rampung, 40 Hektar Siap Panen November

📅 Kamis, 08 Okt 2026, 23:10 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Proyek Wanam Merauke: 133 Km Irigasi Rampung, 40 Hektar Siap Panen November Doc: istimewa
Ket. Hingga 1 Oktober 2026, pembangunan jaringan irigasi Proyek Kawasan Sentra Swasembada Pangan, Energi, dan Air Nasional (KSPEAN) Wanam di Kab. Merauke, Papua Selatan,telah terealisasi 133 kilometer dari target 180 kilometer

MERAUKE – Proyek Kawasan Sentra Swasembada Pangan, Energi, dan Air Nasional (KSPEAN) Wanam di Kabupaten Merauke, Papua Selatan, menunjukkan perkembangan signifikan. Hingga 1 Oktober 2026, pembangunan jaringan irigasi telah terealisasi 133 kilometer dari target 180 kilometer, sementara 40 hektare sawah tahap pertama siap panen perdana pada pertengahan November 2026.

Perkembangan itu dipastikan Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo saat meninjau langsung kawasan Wanam, Kamis (8/10/2026).

"Di saat musim kemarau ternyata di sini air mengalir. Kita harus memastikan air tawar ini tersedia dalam kondisi apa pun," kata Dody melihat hamparan padi yang menghijau di tengah kemarau.

Kementerian PU menyiapkan infrastruktur sumber daya air berupa jaringan irigasi rawa, saluran primer dan sekunder, serta infrastruktur pengendalian banjir. Dody menegaskan, tugas PU adalah menjamin air.

"Kalau kita bicara sawah, porsi PU sebenarnya soal air. Kita siapkan irigasi primer, irigasi sekunder. Dari awal memang kita desain supaya airnya tersedia, kemudian pertanian yang mengembangkan lahannya," ujarnya.

Panen Perdana November

Untuk perkembangan tanam, demplot di area KM 21 seluas 40 hektare telah ditanami padi pada tahap pertama per 1 Oktober 2026. Padi tersebut ditargetkan panen awal hingga pertengahan November 2026.

"Paling lambat pertengahan November sudah bisa panen. Ini kita trial dulu, setelah itu tahap berikutnya tinggal menunggu arahan Kementerian Pertanian untuk memperluas penanamannya," ujar Dody.

Bagian dari Quick Win 10.000 Hektare

Dody menjelaskan, pembangunan Wanam dilakukan bertahap dan tidak sekaligus. Pengembangan 10.000 hektare menjadi bagian dari Quick Win lumbung pangan baru.

"Visi Presiden Prabowo adalah kita wajib memiliki cadangan pangan. Kondisi global dengan berbagai ketidakpastian membuat kita harus mengejar keberlanjutan. Karena itu, kawasan seperti Wanam ini harus kita siapkan," tuturnya.

Pengembangan selanjutnya akan diintegrasikan dengan industri pangan, pelabuhan, bandara, serta infrastruktur pendukung lainnya.

Selain infrastruktur, Kementerian PU memastikan proyek memberikan manfaat langsung bagi warga lokal melalui pelibatan tenaga kerja.

"Di mana pun kita bekerja, kita wajib mengikutkan warga lokal sebagai pekerja, sebagai apa pun yang memang bisa dikerjakan oleh masyarakat lokal. Ini sesuai arahan Presiden sejak awal," kata Dody.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Bahlil Pasang Rem Industri Nikel, Smelter Setengah Jadi Bisa Dimoratorium
    Langkah moratorium smelter setengah jadi ini memang sudah ...
  • Profil Empat Nama Pemain Tambahan Timnas yang Akan Direkrut untuk Piala Asia 2027
    Timnas bakal lebih tajam dengan tambahan pemain ini ...
  • Industri Tekstil RI Kalah Canggih dari China, Menperin Sarmuji Bongkar Biang Keroknya
    Langkah Kemenperin memprioritaskan restrukturisasi mesin yang telah berusia ...
  • Pasar Makin Prospektif, Kemenperin Pacu Industri Mainan Tembus Pasar Global
    Pencapaian ekspor mainan yang menembus USD 351,8 juta ...
  • Industri Mesin Diperkuat, Indonesia Tak Mau Terus Bergantung Impor
    Langkah strategis Ditjen ILMATE Kemenperin yang disampaikan oleh ...
Olahraga
Alcaraz Merasa Segar Secara...
Nasional
Menakar Ruang Kebijakan di ...
Advertisement
Fenomena Tikungan ke-13 Mandalika: Antara Mitos Atau Sekadar Medan Balap yang Sulit?

Fenomena Tikungan ke-13 Mandalika: Antara Mitos Atau Sekadar Medan Balap yang Sulit?

08 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.