Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Adopsi Model Kesiapsiagaan Bencana ala Jepang di Bali

📅 Kamis, 08 Okt 2026, 22:57 WIB | Oleh: Tim Penulis
Adopsi Model Kesiapsiagaan Bencana ala Jepang di Bali Doc: Antara
Ket. Fasilitasi Desa Tangguh Bencana (DESTANA) dari petugas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama dengan BPBD Kabupaten Karangasem di Desa Bungaya Kangin, Kecamatan Bebandem, Karangasem, Bali, Senin (5/10/2026).

Surakarta - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mendorong penerapan model kesiapsiagaan bencana berjenjang berbasis individu dan keluarga selayaknya sistem penanggulangan bencana di Jepang untuk diterapkan di Kabupaten Karangasem, Bali.

Deputi Bidang Pencegahan BNPB Abdul Muhari dalam keterangannya di Surakarta, Jawa Tengah, Kamis, menyampaikan bahwa ketangguhan sebuah wilayah menghadapi ancaman bencana seperti kekeringan, kebakaran lahan, hingga banjir berulang sangat ditentukan oleh kapasitas unit terkecil di masyarakat.

"Kesiapsiagaan dimulai dari unit terkecil, yaitu individu dan keluarga, kemudian lingkungan RT/RW hingga tingkat desa dan kelurahan. Masyarakat adalah bagian penting dari sistem penanggulangan bencana," kata dia.

Abdul menjelaskan, belajar dari praktik terbaik di Jepang, penguatan kapasitas warga dilaksanakan secara terstruktur melalui program Desa/Kelurahan Tangguh Bencana (DESTANA) Tahap I yang menyasar lima desa/kelurahan di Karangasem pada 28 September - 10 Oktober 2026.

Lima kawasan tersebut meliputi Desa Bugbug, Desa Pertima, Kelurahan Subagan, Desa Bungaya, dan Desa Bungaya Kangin yang menghadapi potensi risiko geologi maupun hidrometeorologi.

Melalui fasilitasi DESTANA, warga dibina membentuk Kelompok Keluarga Tangguh Bencana (KATANA), menyusun Sistem Peringatan Dini (SPD) inklusif, serta mendirikan Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) tingkat lokal.

Ia juga menekankan bahwa seluruh peta jalur evakuasi partisipatif yang disusun warga tidak boleh sekadar menjadi dokumen formalitas, melainkan harus diuji coba melalui latihan simulasi bencana secara rutin.

Pelatihan ini penting menyusul hasil Kajian Risiko Bencana (KRB) Kabupaten Karangasem Tahun 2025-2029, kawasan tersebut memiliki potensi risiko tinggi gempa bumi, erupsi Gunung Agung, tanah longsor, banjir, angin puting beliung, hingga kekeringan.

"Jangan berhenti pada membuat peta partisipatif. Peta harus ditindaklanjuti dengan uji coba jalur evakuasi dan disosialisasikan, sehingga setiap warga memahami apa yang harus dilakukan ketika terjadi bencana," ujar Abdul Muhari.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Bahlil Pasang Rem Industri Nikel, Smelter Setengah Jadi Bisa Dimoratorium
    Langkah moratorium smelter setengah jadi ini memang sudah ...
  • Profil Empat Nama Pemain Tambahan Timnas yang Akan Direkrut untuk Piala Asia 2027
    Timnas bakal lebih tajam dengan tambahan pemain ini ...
  • Industri Tekstil RI Kalah Canggih dari China, Menperin Sarmuji Bongkar Biang Keroknya
    Langkah Kemenperin memprioritaskan restrukturisasi mesin yang telah berusia ...
  • Pasar Makin Prospektif, Kemenperin Pacu Industri Mainan Tembus Pasar Global
    Pencapaian ekspor mainan yang menembus USD 351,8 juta ...
  • Industri Mesin Diperkuat, Indonesia Tak Mau Terus Bergantung Impor
    Langkah strategis Ditjen ILMATE Kemenperin yang disampaikan oleh ...
Olahraga
Persib Bandung Tumbangkan P...
Advertisement
Fenomena Tikungan ke-13 Mandalika: Antara Mitos Atau Sekadar Medan Balap yang Sulit?

Fenomena Tikungan ke-13 Mandalika: Antara Mitos Atau Sekadar Medan Balap yang Sulit?

08 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.