Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Bidik Pasar AS, Indonesia Harus Perkuat Regulasi dan Industri

📅 Kamis, 08 Okt 2026, 01:00 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Bidik Pasar AS, Indonesia Harus Perkuat Regulasi dan Industri Doc: istimewa
Ket. Shinta Kamdani Ketua Umum Apindo - Jadi bukan hanya penyelesaian perjanjian, tapi seberapa banyak utilisasi daripada perjanjian.

Pemerintah perlu memastikan pelaku usaha, khususnya UMKM mampu memenuhi standar pasar AS agar akses pasar berdampak nyata bagi ekonomi nasional.

Jakarta – Indonesia memiliki peluang besar untuk memperluas perdagangan dan investasi dengan Amerika Serikat (AS), salah satunya melalui implementasi Agreement on Reciprocal Trade (ART) atau perjanjian perdagangan timbal balik. Namun, peluang tersebut harus diikuti dengan penguatan regulasi, kepastian usaha, dan daya saing industri nasional agar manfaat kerja sama dapat dioptimalkan.

Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso mengatakan masih banyak peluang yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan hubungan perdagangan dan investasi kedua negara. Menurut dia, Indonesia akan tetap terbuka terhadap perdagangan dan kemitraan sembari melakukan reformasi domestik untuk memperkuat industri dan memperluas peluang kerja sama.

"Perekonomian global saat ini menghadapi berbagai dinamika, tetapi Indonesia akan tetap terbuka terhadap perdagangan dan kemitraan, sembari terus melakukan reformasi domestik, agar terjadi penguatan industri dan perluasan peluang kerja sama," ujar Budi, sebagaimana diberitakan Antara di Jakarta, Rabu (7/10).

Menurut Budi, hubungan perdagangan dan investasi yang kuat antara Indonesia dan AS memberikan peluang signifikan bagi pelaku usaha kedua negara. ART dinilai dapat mengoptimalkan peluang tersebut melalui penguatan kepastian perdagangan, peningkatan akses pasar, dan keterkaitan rantai pasok.

Sebelumnya, Vice President and Executive Director International Policy Kamar Dagang AS Isabelle Icso menyambut positif upaya peningkatan kerja sama bisnis dengan Indonesia.

Ia menyebut empat fokus utama B20, yakni mengurangi kebijakan yang menghambat perdagangan, memodernisasi WTO, membebaskan bea perdagangan digital, serta memperkuat investasi lintas batas. Dunia usaha AS juga menawarkan kerja sama pengembangan kapasitas dan pembayaran digital bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Indonesia.

Kuasa Usaha Kedutaan Besar AS untuk Indonesia Aqueelah T. Johnson menambahkan bahwa kejelasan regulasi, transparansi kepabeanan, dan proses perizinan menjadi pertimbangan penting bagi investor dalam menentukan masuk dan bertahannya modal di suatu pasar.

“Kami mendorong berlanjutnya reformasi di bidang-bidang tersebut dan siap mendukung upaya Indonesia melalui kerja sama teknis, dialog kebijakan, serta keahlian sektor swasta,” kata Aqueelah.

Menurut Johnson, Indonesia memiliki potensi besar untuk memperdalam hubungan ekonomi dengan AS, didukung skala ekonomi, pertumbuhan kelas menengah, serta posisi strategis dalam rantai pasok regional.

Ia mengatakan perusahaan-perusahaan AS dapat membawa modal, teknologi, dan keahlian yang dibutuhkan Indonesia, termasuk di sektor infrastruktur, inovasi digital, dan energi.

“Untuk mewujudkan potensi tersebut, diperlukan iklim investasi yang lebih sehat,” ujarnya.

Daya Saing

Sementara itu, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta Kamdani mendorong pemerintah dan dunia usaha mengoptimalkan implementasi berbagai perjanjian perdagangan, termasuk perjanjian dagang dengan AS, untuk memperkuat daya saing ekonomi nasional.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Profil Empat Nama Pemain Tambahan Timnas yang Akan Direkrut untuk Piala Asia 2027
    Timnas bakal lebih tajam dengan tambahan pemain ini ...
  • Industri Tekstil RI Kalah Canggih dari China, Menperin Sarmuji Bongkar Biang Keroknya
    Langkah Kemenperin memprioritaskan restrukturisasi mesin yang telah berusia ...
  • Pasar Makin Prospektif, Kemenperin Pacu Industri Mainan Tembus Pasar Global
    Pencapaian ekspor mainan yang menembus USD 351,8 juta ...
  • Industri Mesin Diperkuat, Indonesia Tak Mau Terus Bergantung Impor
    Langkah strategis Ditjen ILMATE Kemenperin yang disampaikan oleh ...
  • Kemenperin Catat Sektor Industri Mainan Indonesia Serap 15.663 Naker
    Pencapaian surplus ekspor industri mainan nasional yang tembus ...
Megapolitan
Jasa Makin Dominan dalam Pe...

Kondisi Pasar Tradisional Makin Merana

52 menit yang lalu | Sujar

Megapolitan
Kondisi Pasar Tradisional M...
Nasional
Kesenjangan Talenta Digital...
Luar Negeri
Presiden Trump Klaim Aliran...

Bulu Tangkis Akan Gim di Angka 15, Apakah Masih Menarik?

59 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Bulu Tangkis Akan Gim di An...
Advertisement
Profil Empat Nama Pemain Tambahan Timnas yang Akan Direkrut untuk Piala Asia 2027

Profil Empat Nama Pemain Tambahan Timnas yang Akan Direkrut untuk Piala Asia 2027

07 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.