Berawal dari Kebutuhan Anak, UMKM Roti di Papua Tumbuh 135% dan Berdayakan Siswa SLB
📅 Jumat, 02 Okt 2026, 13:10 WIB | Oleh: Haryo BronoJuli mulai membuka kesempatan bagi siswa SLB 1 Jayapura, tempat anaknya bersekolah, untuk memperoleh pengalaman langsung dalam proses pembuatan roti. Inisiatif ini diarahkan untuk memberikan kesempatan belajar keterampilan praktis yang dapat menjadi bekal bagi anak-anak berkebutuhan khusus.
Bread is Home juga tengah mengembangkan kurikulum keterampilan baking serta menyiapkan pelatihan bagi para orang tua. Melalui kegiatan tersebut, keterampilan membuat roti diharapkan dapat menjadi salah satu pilihan untuk mendukung kemandirian anak berkebutuhan khusus dan keluarga mereka.
Semangat pemberdayaan itu turut diterapkan dalam kegiatan usaha sehari-hari. Juli melibatkan ibu rumah tangga dan ibu tunggal (single parent) agar mereka memiliki kesempatan berkarya, mengembangkan keterampilan, dan memperoleh peluang ekonomi.
Dengan demikian, perkembangan Bread is Home tidak hanya berkaitan dengan peningkatan kapasitas produksi dan perluasan pasar, tetapi juga dengan upaya membuka akses terhadap keterampilan dan kegiatan ekonomi bagi kelompok masyarakat yang membutuhkan kesempatan lebih luas.
Menyiapkan Ruang Usaha Sekaligus Ruang Belajar
Ke depan, Juli berencana mengembangkan toko fisik, open kitchen, dan baking studio di Jayapura. Fasilitas tersebut diharapkan menjadi tempat untuk memasarkan produk sekaligus ruang belajar mengenai pembuatan roti, pemanfaatan pangan lokal, kewirausahaan, dan inklusivitas.
Rencana tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas manfaat usaha yang telah dirintis dari dapur rumah. Pengembangan fasilitas fisik juga berpotensi membuka ruang kolaborasi dengan lebih banyak pihak, termasuk komunitas dan lembaga pendidikan.
Dari produksi sekitar 1.300 produk hingga mencapai 2.800–3.300 produk per bulan, perjalanan Bread is Home menunjukkan perkembangan sebuah UMKM yang tumbuh melalui pengembangan produk, perluasan jaringan pemasaran, dan peningkatan kapasitas pengelolanya.
Bagi Juli, perkembangan usaha itu juga berkaitan dengan tujuan yang lebih luas, yakni menghadirkan kesempatan bagi anak berkebutuhan khusus untuk mempelajari keterampilan, berkarya, dan membangun kemandirian. Melalui rencana pengembangan usaha dan pelatihan, Bread is Home berupaya menghubungkan potensi bisnis kuliner dengan pemberdayaan masyarakat di Papua.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!