Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Sinergi Polri dan Ulama Jadi Kunci Jaga Persatuan di Tengah Polarisasi Digital

📅 Selasa, 29 Sep 2026, 05:05 WIB | Oleh: Tim Penulis
Sinergi Polri dan Ulama Jadi Kunci Jaga Persatuan di Tengah Polarisasi Digital Doc: Antara
Ket. Pengamat politik senior dan pendiri Lembaga Pemilih Indonesia (LPI) Boni Hargens.

Jakarta - Pengamat politik senior Boni Hargens menilai sinergi antara Polri dan ulama, seperti yang ditunjukkan melalui kegiatan Ngaji Kebangsaan, merupakan model yang perlu terus diperkuat dan dikembangkan di berbagai daerah di Indonesia.

Menurut Boni, Polri dan ulama memiliki peran berbeda, tetapi dapat saling melengkapi dalam menjaga ketertiban sekaligus memperkuat nilai moral di tengah masyarakat.

"Persatuan dan kesatuan bukan slogan kosong melainkan pilihan aktif yang harus diperjuangkan setiap hari oleh setiap warga negara dan semua elemen bangsa," kata Boni dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Senin (28/9).

Ia menilai keberadaan ulama sebagai tokoh moral memiliki peran penting dalam membangun kesalehan sosial di ruang publik. Kesalehan sosial, kata dia, tidak hanya berkaitan dengan ibadah pribadi, tetapi juga tercermin melalui nilai kemanusiaan, keadilan, dan solidaritas dalam kehidupan bermasyarakat.

Menurut Boni, ketika kesalehan sosial tumbuh di tengah masyarakat, tugas Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) dapat menjadi lebih ringan.

Sebab, masyarakat memiliki fondasi moral untuk menolak provokasi, menghindari konflik, serta mengedepankan penyelesaian secara damai ketika menghadapi perbedaan.

Boni juga menyoroti pembelahan narasi di ruang digital yang dinilainya berpotensi memperlebar fragmentasi sosial. Ia mengatakan polarisasi opini, penyebaran disinformasi, dan pertarungan kepentingan politik di dunia maya dapat menjadi tantangan bagi persatuan masyarakat.

"Dalam konteks inilah, kehadiran para ulama semakin fundamental sebagai kekuatan moral yang mendukung kerja aparat keamanan," tuturnya.

Sebelumnya, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menyerukan pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan bangsa dalam kegiatan Ngaji Kebangsaan bersama KH Ahmad Bahauddin Nursalim atau Gus Baha di Kabupaten Rembang, Jawa Tengah.

Dalam kegiatan tersebut, Kapolri menegaskan pentingnya kolaborasi ulama dan umara sebagai dua kekuatan yang memiliki peran berbeda, tetapi saling menguatkan.

"Dalam upaya tersebut, ulama dan umara memiliki peran berbeda tetapi saling menguatkan. Ulama memberikan arah dan tuntunan, sedangkan Polri menjaga keamanan agar masyarakat dapat beraktivitas dan pembangunan terus berjalan," katanya.

Kapolri mengatakan pembangunan membutuhkan ruang yang aman, sedangkan keamanan membutuhkan persatuan yang terus dirawat. Menurut dia, ulama dan umara juga memiliki sejarah kebersamaan dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Ia menggambarkan peran ulama dalam memberikan arah, nasihat, dan doa bagi bangsa seperti kompas. Sementara itu, Polri bertugas menjaga keamanan dan ketertiban serta memberikan perlindungan dan pengayoman kepada masyarakat, layaknya lentera.

"Keamanan yang terjaga menjadi fondasi penting agar masyarakat dapat menjalankan kehidupan dengan tenang dan pembangunan dapat terus bergerak," ujarnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Megapolitan
Tangerang Perkuat Transpara...

Pasar Tengah Buruk, Pemprov Tunda IPO

40 menit yang lalu | Sujar

Megapolitan
Pasar Tengah Buruk, Pemprov...

Jaga Persatuan dan Kerukunan lewat Keberagaman

44 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Jaga Persatuan dan Kerukuna...
Nasional
RUU Perampasan Aset Jangan ...
Luar Negeri
IMF Khawatirkan Fragmentasi...
Nasional
Perkembangan AI Terlalu Cep...
Advertisement
Usai Prancis Membara, Kini Meksiko Rusuh Gara-gara Krisis Air

Usai Prancis Membara, Kini Meksiko Rusuh Gara-gara Krisis Air

19 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.