Pendidikan Gratis SD hingga Kuliah Ditargetkan Mulai 2028, Anggarannya Rp302 Triliun
📅 Jumat, 25 Sep 2026, 05:00 WIB | Oleh: Tim PenulisMenteri Keuangan Suahasil Nazara juga menyatakan Presiden Prabowo Subianto memberikan arahan untuk menyiapkan peta besar atau grand design pelaksanaan program pendidikan tahun 2027, menyusul rencana kebijakan sekolah gratis.
"Arahan dari Presiden adalah untuk membuat grand design, coba lihat lagi uang Rp824 triliun satu tahun, itu bukan uang yang kecil, bagaimana mendapatkan manfaat yang maksimal dari situ," kata Suahasil dalam Konferensi Pers Sinergi Kebijakan Moneter dan Fiskal di Bank Indonesia (BI), Jakarta, Kamis.
Suahasil menjelaskan pemerintah tengah meninjau kembali desain penggunaan anggaran pendidikan yang mendapat alokasi sebesar 20 persen dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Peninjauan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari jenjang SD, SMP, SMA, hingga perguruan tinggi.
Dukung Pendidikan Gratis
Guru Besar Ilmu Politik Universitas Nasional (Unas) Yuddy Chrisnandi mendukung rencana Presiden Prabowo Subianto untuk membebaskan biaya pendidikan pada satuan pendidikan negeri, mulai dari sekolah dasar hingga perguruan tinggi.
Yuddy, dalam keterangannya di Jakarta, Kamis, menilai kebijakan tersebut sebagai terobosan yang menyentuh kebutuhan masyarakat sekaligus membuka akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga sederhana.
Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) periode 2014-2016 itu mengaitkan pandangannya dengan pengalaman pribadi menempuh seluruh jenjang pendidikan di lembaga negeri.
"Saya sejak masuk sekolah dasar hingga menyelesaikan doktor sepenuhnya belajar di sekolah negeri. SD, SMP, SMA saya di sekolah negeri di Cirebon, S1 saya di Unpad, S2 dan S3 saya di UI, semuanya sekolah yang dibiayai negara. Biayanya masih terasa ringan bagi orang tua saat itu dibandingkan sekolah swasta, namun tetap tidak mudah melaluinya dengan berbagai keperluan belajar lainnya," katanya.
Terlebih pada era sekarang, lanjut Yuddy, biaya pendidikan menjadi beban yang cukup berat bagi orang tua, termasuk bagi mereka yang menyekolahkan anaknya di sekolah negeri.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!