Heboh Pertalite Naik 26 September, Pertamina Tegaskan Informasi Itu Hoaks
📅 Jumat, 25 Sep 2026, 13:17 WIB | Oleh: Tim PenulisPalu - Pertamina Patra Niaga memastikan informasi mengenai kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis Pertalite yang beredar di media sosial merupakan hoaks atau tidak benar.
"Tidak ada rencana pemerintah menaikkan harga BBM bersubsidi," kata Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi Lilik Hardiyanto melalui keterangan tertulis yang diterima di Palu, Jumat (25/9).
Informasi tersebut beredar dalam bentuk poster digital yang mencantumkan klaim bahwa harga Pertalite akan naik mulai 26 September 2026.
Pertamina memastikan masyarakat tidak perlu terpengaruh oleh informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
Lilik mengatakan informasi mengenai harga dan layanan BBM dapat dikonfirmasi melalui kanal resmi Pertamina Contact Center (PCC) 135 dan laman resmi Pertamina Patra Niaga.
Pertamina, kata dia, berkomitmen menyalurkan BBM sesuai ketentuan yang berlaku dan memastikan tidak ada pengurangan pasokan.
Masyarakat juga diminta tidak melakukan pembelian BBM secara berlebihan hanya karena adanya informasi mengenai kenaikan harga yang belum terverifikasi.
“Pembelian BBM dapat dilakukan sesuai kebutuhan dan aktivitas sehari-hari,” ujarnya.
Pertamina juga memastikan penyaluran BBM bersubsidi di Pulau Sulawesi berlangsung kondusif. Meski demikian, antrean masih terjadi pada waktu tertentu di sejumlah daerah sehingga pola distribusi disesuaikan untuk menjaga ketersediaan pasokan.
Di Sulawesi Tenggara, penyaluran BBM disebut telah kondusif dengan rata-rata distribusi harian sepanjang September sekitar 22,7 persen dibandingkan rata-rata distribusi normal periode Januari hingga Mei 2026.
"Kami melakukan penambahan jam operasional SPBU, mengoptimalkan penambahan nozzle Pertalite, maupun berkolaborasi dengan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) menertibkan pengecer," ujarnya.
Sementara itu, di Sulawesi Tengah, Sulawesi Utara, dan Gorontalo, kepadatan kendaraan di SPBU masih terjadi pada waktu-waktu sibuk untuk pengisian BBM jenis Biosolar.
Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, Pertamina melakukan intervensi melalui peningkatan suplai sekitar 5 persen dari rata-rata penyaluran normal harian.
"Sedangkan wilayah Sulawesi Selatan dan Barat kondisi antrean di SPBU saat ini sudah normal. Meski begitu, Pertamina tetap melakukan penguatan pasokan dengan penambahan suplai Pertalite sebesar 35 persen dan Solar sebesar 4,4 persen," tutur Lilik.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!