Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Untidar Sulap Sampah Jadi Energi dan Paving Block Bernilai Ekonomi

📅 Senin, 21 Sep 2026, 05:05 WIB | Oleh: Tim Penulis
Untidar Sulap Sampah Jadi Energi dan Paving Block Bernilai Ekonomi Doc: Antara
Ket. Pengenalan budi daya magot kepada siswa SMA dan SMK di Kabupaten dan Kota Magelang dalam acara "Sustainability Coffee Talk" diselenggarakan PSSC Untidar Kota Magelang di Magelang, Sabtu (19/9).

Magelang - Pusat Studi Sustainability and Circularity (PSSC) Universitas Tidar (Untidar) Kota Magelang, Jawa Tengah, mengimplementasikan hasil riset di bidang pengolahan sampah dan ekonomi sirkular agar dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Ketua PSSC Untidar Tri Retno Setiyawati dalam keterangan yang diterima di Magelang, Minggu (20/9), mengatakan berbagai hasil riset yang dikembangkan selama dua tahun terakhir tidak hanya berhenti di laboratorium, tetapi telah diterapkan dan dimanfaatkan masyarakat.

Ia menjelaskan PSSC Untidar yang beranggotakan dosen dari berbagai bidang keilmuan mengembangkan sejumlah teknologi, antara lain gasifikasi, plastic melter, dan pemanfaatan maggot sebagai pakan ternak.

“Tentu latar belakangnya karena keresahan (pengelolaan sampah), jadi kami memutuskan untuk membangun pusat studi yang bisa untuk berkolaborasi lintas keilmuan,” ujarnya dalam kegiatan Sustainability Coffee Talks, Sabtu (19/9).

Menurut dia, PSSC Untidar fokus pada isu manajemen sampah, ekonomi sirkular, dan keberlanjutan.

Salah satu inovasi yang telah dimanfaatkan masyarakat adalah alat gasifikasi untuk mengolah sampah organik, seperti daun dan ranting hasil sapuan jalan, menjadi synthetic gas (syngas). Gas tersebut dapat dimanfaatkan warga sebagai sumber energi untuk kebutuhan sehari-hari.

PSSC Untidar juga mengembangkan insinerator dan plastic melter untuk mengolah limbah plastik residu yang sulit didaur ulang, seperti kantong plastik sekali pakai.

Limbah plastik tersebut dilelehkan dan dicetak menjadi paving block yang memiliki nilai guna dan ekonomi.

Selain itu, pengembangan maggot dilakukan untuk mengolah sampah organik sisa makanan sekaligus menghasilkan pakan ternak berkualitas.

Tri mengatakan berbagai teknologi tersebut kini telah digunakan secara langsung oleh masyarakat di sejumlah tempat pengelolaan sampah yang menjadi mitra PSSC Untidar.

Alat gasifikasi, misalnya, diterapkan di TPS3R (Reduce, Reuse, Recycle) Potrobangsaan di bawah naungan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Magelang.

Sementara alat insinerator dan plastic melter dimanfaatkan Bank Sampah Sidoresik di Desa Bulurejo, Kecamatan Mertoyudan, Kabupaten Magelang. Sejumlah teknologi lainnya juga telah didistribusikan ke beberapa wilayah di Kabupaten Temanggung.

Pada tahun ini, PSSC Untidar terpilih menjadi salah satu dari 22 pusat studi dan pusat kajian dari seluruh Indonesia yang memenangkan kompetisi Inovasi Sains dan Teknologi (Insaintek) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.

Melalui pendanaan Insaintek, selama enam bulan terakhir PSSC Untidar berfokus mendiseminasikan literasi sains kepada masyarakat melalui sejumlah kegiatan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
  • Sangat Memprihatinkan Rumah Dinas TNI untuk Judol, Pelaku Kini Ditahan
    oknum2 begini ini yg bikin citra loreng jadi ...
  • Bahlil Pasang Rem Industri Nikel, Smelter Setengah Jadi Bisa Dimoratorium
    Langkah moratorium smelter setengah jadi ini memang sudah ...

Tolak Dikte AS, Kuba Tegaskan Kedaulatan Dagang

40 menit yang lalu | Deri Henriawan

Luar Negeri
Tolak Dikte AS, Kuba Tegask...
Advertisement
Marco Bezzecchi Juara MotoGP Indonesia 2026, Tradisi Unik Mandalika Berlanjut

Marco Bezzecchi Juara MotoGP Indonesia 2026, Tradisi Unik Mandalika Berlanjut

11 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.