Delegasi AS dan Tiongkok akan Bertemu untuk Bahas Tarif, AI, dan Iran
📅 Senin, 21 Sep 2026, 01:00 WIB | Oleh: Tim RedaksiNEW YORK - Menteri Keuangan Amerika Serikat (AS) Scott Bessent dan Wakil Perdana Menteri Tiongkok He Lifeng akan memimpin pembicaraan mengenai perdagangan dan sejumlah isu strategis pada Minggu (20/9) di New York, menjelang pertemuan puncak antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden Tiongkok Xi Jinping.
Pertemuan tersebut menjadi persiapan bagi pembicaraan tingkat tinggi kedua pemimpin dua ekonomi terbesar dunia itu di Washington pada pekan depan.
Bessent dan He terakhir kali bertemu langsung di dekat Seoul sekitar empat bulan lalu, beberapa hari sebelum Trump mengunjungi Beijing pada Mei.
Perdagangan dan investasi, gangguan energi akibat perang Iran, serta perkembangan pesat kecerdasan buatan (AI) diperkirakan menjadi agenda utama. Kedua pihak juga berupaya menjaga stabilitas dalam kesepakatan gencatan tarif yang akan berakhir pada November.
"AS berada pada tahap di mana upaya untuk mengubah dan memperkuat hubungan ini dengan Tiongkok bukan lagi prioritas utama," kata Wendy Cutler, Wakil Presiden Senior Asia Society Policy Institute.
"Tujuan utamanya adalah berupaya menjaga stabilitas, mencegah eskalasi, dan secara praktis, mempertahankan gencatan senjata perdagangan yang telah disepakati di Busan," katanya.
Perwakilan Dagang AS Jamieson Greer juga akan menghadiri pembicaraan tersebut.
“Pemerintahan Trump akan terus mengejar perdagangan yang seimbang dengan Tiongkok dengan memantau implementasi komitmen baru-baru ini, mengoptimalkan perdagangan barang-barang yang tidak sensitif, dan meningkatkan akses pasar bagi petani, produsen, dan pekerja Amerika,” kata Greer dalam pernyataan pada 18 September.
Pengumuman tarif baru AS terkait tuduhan kelebihan kapasitas manufaktur mitra dagang ditunda hingga setelah pertemuan tersebut, menurut sumber yang mengetahui masalah itu.
AS dan Tiongkok sebelumnya berupaya mengurangi bea masuk terhadap sejumlah produk energi dan pertanian AS sebagai bagian dari inisiatif lebih luas untuk mengurangi hambatan perdagangan produk senilai sekitar 30 miliar dolar AS dari masing-masing pihak melalui mekanisme Dewan Perdagangan yang diluncurkan pada awal 2026.
Isu AI
AI muncul sebagai salah satu titik ketegangan baru dalam hubungan AS dan Tiongkok. Washington membatasi akses Tiongkok terhadap chip canggih serta menuduh perusahaan Tiongkok mengembangkan model AI domestik dengan memanfaatkan kemampuan teknologi Amerika.
Beijing menolak seruan sejumlah pemimpin teknologi AS agar pengembangan AI diperlambat dengan alasan keamanan. Kementerian Luar Negeri Tiongkok menyebut seruan tersebut sebagai "penyebaran ketakutan".
“Sebagai negara adidaya nomor 1 dan 2 dalam bidang AI, sudah sepatutnya kita semua memasang pembatas, dan menjalin komunikasi yang erat,” kata Bessent kepada wartawan pada awal September.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!