Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Bedah Robotik Bukan Operasi oleh Mesin, Dokter Tetap Memegang Kendali

📅 Minggu, 20 Sep 2026, 21:57 WIB | Oleh:

“Kasus-kasus ini dulu identik dengan operasi besar dan pemulihan panjang. Dengan robotik, kami bisa masuk ke area rumit tanpa membuka rongga perut selebar operasi konvensional,” ujarnya.

Pada pasien yang sesuai, pendekatan minimal invasif dapat memberikan sejumlah keuntungan, seperti sayatan yang lebih kecil dan masa pemulihan yang relatif lebih singkat dibandingkan operasi terbuka. Namun, teknologi robotik tidak otomatis menjadi pilihan untuk semua pasien.

Kondisi pasien, jenis penyakit, lokasi dan ukuran kelainan, serta pertimbangan dokter tetap menentukan metode operasi yang digunakan.

Pada kasus mioma, misalnya, persoalan pasien tidak selalu hanya mengenai bagaimana mengangkat jaringan yang bermasalah. Bagi perempuan usia reproduktif, ada kekhawatiran lain yang sering kali jauh lebih besar: kemungkinan kehilangan rahim.

“Pada pasien yang memenuhi indikasi, teknologi robotik dapat membantu dokter melakukan pengangkatan miom dengan tetap mempertahankan rahim. Ini penting, terutama bagi pasien usia reproduktif yang sebelumnya mungkin harus menghadapi pilihan jauh lebih berat,” jelas dr. Sita.

Di titik ini, presisi menjadi bukan sekadar persoalan teknologi. Presisi berkaitan dengan bagaimana dokter menentukan tindakan sambil mempertimbangkan tujuan klinis dan kondisi pasien.

Robot Bisa Sama, Pengalaman Tim Belum Tentu Sama

Setelah lebih dari satu dekade, teknologi bedah robotik kini tidak lagi hanya menjadi sesuatu yang baru bagi pasien. Rumah sakit lain juga mulai mengadopsi teknologi serupa.

Namun, bertambahnya jumlah perangkat tidak serta-merta menghapus pentingnya pengalaman manusia di baliknya.

Direktur Utama PT Bundamedik Tbk, Agus Heru Darjono, mengatakan kesiapan dokter dan tim menjadi bagian dari standar yang harus dipenuhi dalam pelayanan bedah robotik.

“Setiap dokter yang menangani kasus bedah robotik di seluruh jaringan rumah sakit BMHS melalui pelatihan dan sertifikasi khusus. Untuk kasus kompleks, penanganannya pun melibatkan tim multidisiplin,” jelasnya.

Sebab, sebuah operasi tidak hanya bergantung pada dokter yang duduk di depan konsol. Ada tenaga medis, perawat, teknisi, serta dokter dari bidang lain yang dapat terlibat ketika kondisi pasien membutuhkan penanganan multidisiplin.

Pengalaman selama bertahun-tahun membentuk apa yang disebut sebagai learning curve. Dokter dan tim belajar dari berbagai kasus, memahami batas teknologi, sekaligus mengetahui bagaimana merespons kondisi yang tidak selalu dapat diprediksi sejak awal.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Nilam Butuh Terobosan, ARC USK Dorong SRG Jadi Solusi Tata Niaga
    Penerapan SRG nilam sangat krusial bagi sektor manufaktur ...
  • Impor Pelumas RI Tembus Ribuan Ton, Menperin Resmikan Pabrik Raksasa Shell, Libatkan 50 Vendor Lokal
    Kehadiran fasilitas produksi berkapasitas 12.000 ton per tahun ...
  • Pameran Fi Asia Indonesia 2026 Perluas Akses Industri terhadap Teknologi Pangan Global
    Ulasan yang sangat mencerahkan terutama pada pandangan Dr. ...
  • Wali Kota: Pemkot Bandung Dorong Industri Sepatu Perluas Pasar Ekspor
    Langkah strategis Pemkot Bandung menyoroti urgensi Surat Keterangan ...
  • UU Reforma Agraria Ditantang Bereskan Akar Konflik Tanah
    Orang kepercayaan Menterinya aja kena OTT KPK ...
Advertisement
Dongkrak Hype MotoGP 2026 Mandalika, Pertamina dan ITDC Adakan Nobar di Jogja

Dongkrak Hype MotoGP 2026 Mandalika, Pertamina dan ITDC Adakan Nobar di Jogja

20 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.