Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
pasang iklan di koran jakarta
Ads

Menko PM Dorong Nilai Tambah Kopi Kembali ke Petani

28 Rabu, 07 Okt 2026, 21:53 WIB | Oleh:
Menko PM Dorong Nilai Tambah Kopi Kembali ke Petani Menko PM Dorong Nilai Tambah Kopi Kembali ke Petani Doc: Humas Kemenko PM
Ket. Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar (Kiri)

BANDUNG - Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM), Muhaimin Iskandar, mendorong pengolahan kopi Arabika Manglayang untuk meningkatkan nilai tambah dan kesejahteraan petani setempat. Upaya tersebut dilakukan dengan memperkuat kapasitas pascapanen, pengolahan, kualitas produk, branding, serta akses pasar kopi petani.

Produksi kopi Arabika Manglayang mencapai 50 ton, namun baru 14 ton terserap untuk pengolahan menjadi produk bernilai tambah. Sementara itu, sebanyak 36 ton produksi lainnya masih dijual mentah kepada tengkulak atau bandar oleh petani setempat.

Muhaimin mengatakan kondisi tersebut menunjukkan masih besarnya peluang pengembangan rantai nilai kopi di kawasan Manglayang. Menurutnya, peningkatan produksi harus diikuti dengan penguatan kapasitas pascapanen dan pengolahan.

“Kopi Manglayang ini punya potensi besar. Dari sekitar 50 ton produksi, baru 14 ton yang diolah, sementara 36 ton masih dijual mentah. Ruang nilai tambahnya masih sangat besar,” kata Muhaimin Iskandar saat diwawancarai awak media usai mengunjungi Pesan Trend atau Sekolah Rimba Indonesia yang dikembangkan Yayasan Pemuda Hijrah, Rabu (7/10).

Ia menilai penguatan ekosistem kopi perlu mencakup pascapanen, pengolahan, penyimpanan, branding, dan akses pasar guna memperkuat nilai tambah. Langkah tersebut penting agar petani memperoleh manfaat ekonomi lebih besar dari hasil produksinya melalui pengembangan produk bernilai tambah.

“Jangan hanya mengejar peningkatan produksi, tetapi pastikan hasil kopi diolah agar nilai tambahnya lebih banyak dinikmati petani. Produksi meningkat tanpa pengolahan maksimal membuat manfaat ekonomi yang diterima petani belum optimal,” ucap Muhaimin.

Perkebunan kopi Arabika di kawasan Manglayang saat ini memiliki luas sekitar 12,7 hektare. Pengembangan kebun juga dilakukan melalui tambahan sekitar dua hektare lahan yang telah ditanami kopi Arabika.

Pengelolaan perkebunan dilakukan bersama Kelompok Tani Putra Manglayang yang beranggotakan 31 orang. Budidaya kopi menerapkan sistem agroforestri dengan memadukan tanaman kopi, tanaman kayu, dan tanaman produktif lainnya.

Program pengembangan kopi tersebut telah berjalan sekitar tiga tahun melalui Coffee Garung. Program ini mencakup pengembangan kopi berbasis agroforestri dari budidaya, pengolahan pascapanen, roasting hingga pemasaran.

Sejumlah proses pengolahan telah dilakukan, di antaranya pulping, fermentasi, penjemuran, hulling, dan sortasi. Produk yang dihasilkan meliputi greenbean, roastbean, dan kopi bubuk.

Meski demikian, kapasitas pengolahan masih belum mampu menyerap seluruh hasil produksi. Dari sekitar 50 ton produksi pada 2026, baru 14 ton atau kurang dari sepertiga yang masuk proses pengolahan.

Muhaimin mengatakan peningkatan kapasitas pengolahan menjadi peluang untuk memperbesar manfaat ekonomi bagi petani. Penguatan tersebut juga perlu dibarengi dengan peningkatan kualitas produk dan perluasan akses pasar.

“Kami ingin produksi kopi semakin besar, tetapi manfaat ekonomi yang diterima petani juga harus semakin meningkat. Nilai tambah dari kopi harus mampu memperkuat kesejahteraan petani dan masyarakat di wilayah penghasil,” ucap Muhaimin.

Ia menegaskan peningkatan produksi kopi harus berjalan seiring dengan penguatan rantai nilai. Dengan demikian, nilai tambah dari komoditas kopi tidak hanya dinikmati di luar wilayah produksi, tetapi turut dirasakan petani. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
  • Polisi Jambi Tangkap Tiga Pelaku Pembobol Pipa Pertamina
    percayalah pencurian tidak akan terjadi kalau biaya hidup ...
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Olahraga
De Minaur Bangkit, Jaga Asa...
Nasional
Mengagetkan, Satu Prajurit ...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Menteri ATR/BPN Nusron Wahid Dikabarkan Dipanggil KPK Hari Ini, MAKI: Jika Mangkir Lagi KPK Harus Jemput Paksa

Menteri ATR/BPN Nusron Wahid Dikabarkan Dipanggil KPK Hari Ini, MAKI: Jika Mangkir Lagi KPK Harus Jemput Paksa

28 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.