Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

OJK: Pembiayaan UMKM Capai Rp1.949 Triliun hingga Juli 2026

📅 Rabu, 07 Okt 2026, 21:20 WIB | Oleh:
OJK: Pembiayaan UMKM Capai Rp1.949 Triliun hingga Juli 2026 Doc: Dok Otoritas Jasa Keuangan
Ket. Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae.

JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat pembiayaan untuk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) terus bertumbuh hingga Juli 2026. Total pembiayaan UMKM dari berbagai sektor jasa keuangan mencapai Rp1.949 triliun, meningkat 3,09 persen dibandingkan periode sama tahun sebelumnya.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, mengatakan pertumbuhan tersebut menunjukkan semakin beragamnya sumber pembiayaan bagi UMKM. Sumber pembiayaan dapat dimanfaatkan pelaku usaha sesuai kebutuhan dan tahap perkembangan bisnisnya.

“Tujuan yang sesungguhnya adalah menciptakan UMKM yang lebih produktif, lebih berdaya saing, lebih tangguh menghadapi perubahan. Serta mampu memberikan kontribusi yang semakin besar terhadap penciptaan lapangan kerja dan pertumbuhan ekonomi nasional,” kata Dian dalam keterangan tertulis, Rabu (7/10).

Sektor perbankan masih menjadi sumber utama pembiayaan UMKM dengan porsi mencapai 82,62 persen. Sementara itu, pembiayaan dari perusahaan pembiayaan, modal ventura, lembaga keuangan mikro, dan lembaga jasa keuangan lainnya (PVML) memiliki porsi 17,3 persen.

Pembiayaan melalui sektor PVML juga mencatat pertumbuhan lebih tinggi, yakni mencapai 9,92 persen. Kondisi tersebut menunjukkan semakin beragamnya alternatif pembiayaan yang tersedia bagi pelaku UMKM.

Dian mengatakan akses pembiayaan menjadi salah satu faktor penting untuk meningkatkan produktivitas dan kapasitas produksi UMKM. Pembiayaan juga dapat membantu pelaku usaha melakukan transformasi serta beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan perubahan pasar.

Namun, pengembangan UMKM tidak cukup hanya dengan memperluas akses terhadap modal. Peningkatan kualitas sumber daya manusia, tata kelola usaha, akses pasar, digitalisasi, serta dukungan regulasi juga diperlukan agar UMKM berkembang secara berkelanjutan.

“Karena itu, diperlukan basis informasi yang mampu menggambarkan perkembangan pembiayaan UMKM secara lebih utuh. Baik dari aspek pertumbuhan, kualitas pembiayaan, karakteristik sektoral, maupun peran masing-masing sektor jasa keuangan,” ujar Dian.

Sejalan dengan kebutuhan tersebut, OJK terus memperkuat ketersediaan data dan informasi mengenai pembiayaan UMKM. Data tersebut mencakup perkembangan dan kualitas pembiayaan, sektor ekonomi, wilayah, serta kontribusi masing-masing sektor jasa keuangan.

OJK juga menerbitkan Laporan Perkembangan Kinerja Pembiayaan UMKM secara semesteran untuk meningkatkan transparansi dan mendorong pengambilan keputusan berbasis data. Laporan tersebut menyajikan data pembiayaan UMKM berdasarkan segmentasi UMKM, sektor ekonomi, dan wilayah.

Informasi tersebut dilengkapi infografis bulanan serta data yang lebih terperinci melalui Portal Data OJK. Data tersebut diharapkan membantu berbagai pihak memahami perkembangan pembiayaan UMKM secara lebih komprehensif.

OJK berharap data dan laporan tersebut dapat dimanfaatkan pemerintah, regulator, industri jasa keuangan, akademisi, pelaku usaha, dan masyarakat. Informasi itu juga diharapkan mendukung penyusunan kebijakan serta strategi pengembangan usaha yang lebih tepat sasaran.

“Ke depan, kami akan terus mendorong kolaborasi dengan berbagai pihak agar pembiayaan UMKM tidak hanya meningkat dari sisi nominal. Tetapi juga semakin berkualitas dan efektif dalam membantu pelaku usaha menjadi lebih produktif, berdaya saing, dan mampu menciptakan lapangan kerja,” ucap dia. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Profil Empat Nama Pemain Tambahan Timnas yang Akan Direkrut untuk Piala Asia 2027
    Timnas bakal lebih tajam dengan tambahan pemain ini ...
  • Industri Tekstil RI Kalah Canggih dari China, Menperin Sarmuji Bongkar Biang Keroknya
    Langkah Kemenperin memprioritaskan restrukturisasi mesin yang telah berusia ...
  • Pasar Makin Prospektif, Kemenperin Pacu Industri Mainan Tembus Pasar Global
    Pencapaian ekspor mainan yang menembus USD 351,8 juta ...
  • Industri Mesin Diperkuat, Indonesia Tak Mau Terus Bergantung Impor
    Langkah strategis Ditjen ILMATE Kemenperin yang disampaikan oleh ...
  • Kemenperin Catat Sektor Industri Mainan Indonesia Serap 15.663 Naker
    Pencapaian surplus ekspor industri mainan nasional yang tembus ...
Luar Negeri
Gubernur New York Tetapkan ...
Rona
Gerhana Matahari Total 2027...

Tangsel Perkuat Pemantauan Penyebaran Influenza A

1.5 jam yang lalu | Ilham Sudrajat

Megapolitan
Tangsel Perkuat Pemantauan ...
Advertisement
Profil Empat Nama Pemain Tambahan Timnas yang Akan Direkrut untuk Piala Asia 2027

Profil Empat Nama Pemain Tambahan Timnas yang Akan Direkrut untuk Piala Asia 2027

07 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.