Kementerian Perindustrian: AS Jadi Pasar Terbesar Kerajinan Indonesia
📅 Selasa, 06 Okt 2026, 19:30 WIB | Oleh: Ilham SudrajatJAKARTA - Data Trade Map Januari-Juni 2026 mencatat, Amerika Serikat menjadi tujuan ekspor terbesar kerajinan Indonesia dengan pangsa sekitar 28 persen. Tujuan ekspor berikutnya meliputi Taiwan, Tiongkok, Jepang, dan Belanda.
Produk kerajinan yang diekspor Indonesia mencakup barang anyaman dari rotan dan bambu. Komoditas lainnya meliputi anyaman dari tumbuhan selain rotan dan bambu, ukiran kayu, peralatan dapur, keramik, serta berbagai produk kerajinan lainnya.
Ekspor industri kerajinan mencapai USD223,1 juta (Rp3,99 triliun) pada triwulan II 2026. Nilai tersebut meningkat 28,59 persen dibandingkan periode yang sama 2025 sebesar USD173,50 juta (Rp3,11 triliun).
Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka Kementerian Perindustrian, Reni Yanita, mengatakan industri fesyen dan kriya memiliki potensi besar untuk terus berkembang. Menurut dia, potensi tersebut didukung kekayaan budaya, kreativitas, dan keragaman sumber daya lokal Indonesia.
“Industri fesyen dan kriya memiliki potensi besar untuk terus berkembang karena didukung kekayaan budaya, kreativitas, dan keragaman sumber daya lokal Indonesia. Pemerintah terus mendorong potensi tersebut agar dapat diterjemahkan menjadi produk bernilai tambah yang mampu diterima pasar nasional maupun internasional,” ujar Reni di Jakarta, Selasa (6/10).
Sebaiknya Anda baca juga:
Produk kerajinan Indonesia juga telah menjangkau sejumlah negara lainnya. Negara tujuan tersebut meliputi Inggris, Jerman, Prancis, Australia, Spanyol, Malaysia, Korea Selatan, Belgia, Italia, dan India.
Salah satu upaya tersebut dilakukan dengan memfasilitasi pelaku IKM mengikuti kegiatan promosi dan pameran. Kegiatan tersebut menjadi ruang untuk memperkenalkan produk dan membuka peluang pasar yang lebih luas.
Reni menjelaskan keikutsertaan dalam pameran penting bagi pengembangan IKM kerajinan. Pelaku usaha dapat berinteraksi langsung dengan konsumen, memperoleh respons pasar, membangun jejaring, dan menjajaki kerja sama bisnis.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Melalui kegiatan ini, para perajin dan pelaku IKM memperoleh ruang untuk menampilkan karya terbaiknya, memperluas jejaring usaha. Sekaligus memperkenalkan nilai budaya yang terkandung dalam setiap produk yang dihasilkan,” kata Reni.
Kementerian Perindustrian bersama Dewan Kerajinan Nasional menjalankan pembinaan melalui bimbingan teknis dan pendampingan di sentra IKM. Program tersebut mencakup pengembangan dan diversifikasi produk serta fasilitasi keikutsertaan dalam pameran kerajinan nasional.
Pada Kriyanusa 2026, Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka memfasilitasi delapan IKM binaan. Produk yang ditampilkan meliputi fesyen, aksesori, kerajinan tangan, tenun, dan berbagai produk kriya lainnya.
Selama lima hari pameran, delapan IKM binaan tersebut membukukan total transaksi Rp313 juta. Reni mengatakan capaian tersebut menunjukkan bahwa produk IKM kerajinan nasional memiliki daya tarik dan peluang pasar yang kuat.
“Capaian tersebut menunjukkan bahwa produk IKM kerajinan nasional memiliki daya tarik dan peluang pasar yang kuat. Karena itu, kami mendorong pelaku IKM meningkatkan desain, kualitas, inovasi, serta kemasan agar mampu menjawab kebutuhan dan perubahan tren pasar,” ucap Reni.
Direktur Industri Kecil dan Menengah Kimia, Sandang, dan Kerajinan Kementerian Perindustrian, Budi Setiawan, menambahkan bahwa pengembangan produk perlu dilakukan secara berkelanjutan. Ia menyebut pelaku IKM perlu mengombinasikan tradisi dan keterampilan yang dimiliki dengan inovasi yang relevan dengan perkembangan pasar. ils/I-1
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!