Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kenali “Sleep Debt” Kondisi Seseorang Kekurangan Waktu Tidur, Ini Efeknya untuk Tubuh!

📅 Rabu, 16 Sep 2026, 02:47 WIB | Oleh:
Kenali “Sleep Debt” Kondisi Seseorang Kekurangan Waktu Tidur, Ini Efeknya untuk Tubuh! Doc: ANTARA/HO-Pexels/Acharaporn Kamornboonyarush
Ket. Ilustrasi seseorang tidur.

JAKARTA - Pernah tidur lebih sedikit dari biasanya karena harus menyelesaikan tugas, bekerja, belajar, atau sekadar terlalu lama menatap layar pada malam hari? Kemudian saat akhir pekan tiba, Anda mencoba "membayar" kekurangan tidur tersebut dengan bangun lebih siang.

Kebiasaan seperti ini cukup umum. Dalam dunia kesehatan tidur, kondisi ketika seseorang terus-menerus mendapatkan waktu tidur lebih sedikit dari yang dibutuhkan tubuh sering disebut sebagai sleep debt atau utang tidur.

Secara sederhana, sleep debt adalah akumulasi kekurangan waktu tidur. Misalnya, jika tubuh membutuhkan sekitar delapan jam tidur tetapi seseorang hanya tidur enam jam, terdapat kekurangan sekitar dua jam pada malam tersebut.

Jika pola tersebut berlangsung beberapa hari, kekurangannya dapat menumpuk.

Lantas, apakah utang tidur tersebut bisa dibayar dengan tidur lebih lama pada akhir pekan? Jawabannya tidak sesederhana "ya" atau "tidak".

Tubuh memiliki kebutuhan tidur yang berbeda-beda tergantung usia dan kondisi seseorang. Untuk orang dewasa, berbagai panduan kesehatan umumnya merekomendasikan setidaknya tujuh jam tidur setiap malam secara teratur.

Sementara itu, kebutuhan tidur remaja lebih tinggi. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) menyebut remaja usia 13 hingga 18 tahun membutuhkan sekitar delapan hingga 10 jam tidur dalam 24 jam.

Ketika kebutuhan tersebut tidak terpenuhi secara berulang, seseorang dapat mengalami kekurangan tidur.

Dampaknya bukan hanya rasa mengantuk. Kurang tidur dapat memengaruhi konsentrasi, suasana hati, kemampuan mengambil keputusan, daya ingat dan performa sehari-hari. Kekurangan tidur yang berlangsung terus-menerus juga dikaitkan dengan berbagai masalah kesehatan.

Itulah mengapa istilah sleep debt digunakan untuk menggambarkan konsekuensi dari pola tidur yang tidak mencukupi.

Bisakah tidur yang hilang diganti?

Nah, bagian ini yang sering disalahpahami.

Tidur lebih lama setelah beberapa malam kurang tidur memang dapat membantu tubuh melakukan pemulihan. Namun, tidur panjang pada satu atau dua hari tidak otomatis menghapus seluruh dampak dari kekurangan tidur yang sudah berlangsung lama.

Sebuah tinjauan penelitian yang diterbitkan pada 2025 menemukan bahwa weekend catch-up sleep dapat memberikan pemulihan jangka pendek, seperti membantu mengurangi kelelahan dan memperbaiki suasana hati serta fungsi kognitif. Namun, tidur pengganti pada akhir pekan tidak sepenuhnya mampu mengimbangi dampak kekurangan tidur kronis.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
  • Sangat Memprihatinkan Rumah Dinas TNI untuk Judol, Pelaku Kini Ditahan
    oknum2 begini ini yg bikin citra loreng jadi ...
  • Bahlil Pasang Rem Industri Nikel, Smelter Setengah Jadi Bisa Dimoratorium
    Langkah moratorium smelter setengah jadi ini memang sudah ...

Kabut Asap Karhutla Hambat Produksi Ikan Asin

48 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Kabut Asap Karhutla Hambat ...
Luar Negeri
Mohon Dukungan Doa! Paus Le...
Advertisement
Marco Bezzecchi Juara MotoGP Indonesia 2026, Tradisi Unik Mandalika Berlanjut

Marco Bezzecchi Juara MotoGP Indonesia 2026, Tradisi Unik Mandalika Berlanjut

11 Oct 2026
Pilihan Pembaca
# 7
# 7
Mendag Ajak Anak Muda Berbisnis Waralaba
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.