Kenali “Sleep Debt” Kondisi Seseorang Kekurangan Waktu Tidur, Ini Efeknya untuk Tubuh!
📅 Rabu, 16 Sep 2026, 02:47 WIB | Oleh: OpikTidur panjang pada akhir pekan memang terasa menyenangkan, apalagi setelah menjalani minggu yang melelahkan.
Namun, jika hampir setiap minggu seseorang harus tidur sangat lama pada Sabtu atau Minggu hanya agar merasa kembali normal, hal tersebut bisa menjadi tanda bahwa waktu tidur pada hari-hari sebelumnya belum mencukupi.
Yang lebih baik adalah menjadikan tidur sebagai bagian dari rutinitas, bukan sesuatu yang baru diperhatikan setelah tubuh benar-benar kelelahan.
Tidur yang cukup juga bukan berarti harus selalu mendapatkan jumlah jam yang sama persis setiap malam. Ada variasi kebutuhan antarindividu. Yang penting adalah memenuhi kebutuhan tidur secara teratur dan memperhatikan kualitas tidur.
Pada akhirnya, sleep debt memang dapat dikurangi dengan memberikan tubuh waktu tidur yang cukup. Namun, kekurangan tidur kronis tidak bisa dianggap seperti utang biasa yang cukup dilunasi dalam satu malam.
Daripada terus "berutang" tidur selama lima hari lalu mencoba membayarnya pada akhir pekan, jauh lebih baik menjaga waktu tidur tetap cukup sejak awal.
Sebab, tidur bukan sekadar waktu ketika tubuh berhenti beraktivitas. Saat tidur, tubuh dan otak mendapatkan kesempatan untuk melakukan berbagai proses pemulihan yang penting bagi fungsi sehari-hari. Ant
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!