Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Seluruh Wilayah DIY Berstatus Awas Kekeringan Meteorologis, BMKG Minta Warga Waspada

3 Minggu, 11 Okt 2026, 18:15 WIB | Oleh: Tim Penulis
Seluruh Wilayah DIY Berstatus Awas Kekeringan Meteorologis, BMKG Minta Warga Waspada Seluruh Wilayah DIY Berstatus Awas Kekeringan Meteorologis, BMKG Minta Warga Waspada Doc: Dok. Antara

YOGYAKARTA — Ancaman kekeringan meteorologis masih membayangi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada pertengahan Oktober 2026. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Kelas II Yogyakarta menetapkan seluruh wilayah DIY dalam status awas berdasarkan peringatan dini kekeringan meteorologis Dasarian II Oktober 2026.

Kepala Stasiun Klimatologi Kelas II Yogyakarta, Mamenun, mengatakan penetapan status tersebut didasarkan pada pemantauan kondisi atmosfer dan laut serta perkembangan fenomena iklim yang memengaruhi wilayah Indonesia.

"Peringatan dini kekeringan meteorologis DIY pada Dasarian II Oktober 2026 berada dalam status Awas di seluruh wilayah DIY," kata Mamenun dalam keterangan di Yogyakarta, Minggu.

Menurut dia, hasil pengamatan menunjukkan angin di wilayah Indonesia bagian selatan ekuator bertiup dari timur. Kondisi tersebut menjadi indikasi aktifnya Monsun Australia yang berkaitan dengan periode musim kemarau di Indonesia.

Selain itu, Indeks El Nino Southern Oscillation (ENSO) berada dalam fase sangat kuat. Fenomena El Nino diprakirakan berpeluang berlangsung hingga awal 2027. Dipole Mode Index (DMI) juga berada dalam fase positif dan diperkirakan bertahan hingga periode yang sama, sedangkan Madden-Julian Oscillation (MJO) diprediksi tidak aktif di wilayah Indonesia.

BMKG juga mencatat anomali suhu muka laut di perairan selatan DIY berada pada kisaran minus 0,5 hingga plus 0,5 derajat Celsius atau dalam kategori netral. Suhu permukaan laut di kawasan tersebut berkisar 26–30 derajat Celsius.

"Analisis anomali suhu muka air laut di perairan selatan DIY antara -0.5 sampai dengan +0.5 derajat Celsius atau kategori netral, dengan suhu berkisar antara 26 sampai 30 derajat Celsius," katanya.

Menghadapi kondisi tersebut, BMKG meminta pemerintah daerah, instansi terkait, dan masyarakat meningkatkan kesiapsiagaan terhadap dampak kekeringan. Kewaspadaan diperlukan untuk mengantisipasi potensi kebakaran hutan dan lahan serta penurunan kualitas udara akibat mundurnya awal musim hujan.

"Tetap waspada terhadap kekeringan, kebakaran hutan atas lahan, dan kondisi kualitas udara yang buruk akibat mundurnya awal musim hujan," katanya.

Di sisi lain, masyarakat juga diminta mengantisipasi potensi cuaca ekstrem selama masa peralihan musim atau menjelang berakhirnya musim kemarau. Kondisi tersebut dapat ditandai hujan lebat, petir, angin kencang, puting beliung, hingga hujan es.

BMKG mengingatkan langkah mitigasi perlu dilakukan sejak dini untuk mengurangi risiko kerusakan maupun gangguan keselamatan akibat cuaca ekstrem. Masyarakat diminta memastikan saluran air tidak tersumbat, memangkas dahan pohon yang berpotensi tumbang, serta memeriksa kekuatan bangunan dan baliho.

"Lakukan langkah mitigasi antara lain membersihkan saluran air, memangkas dahan pohon yang berisiko tumbang, serta memastikan struktur bangunan dan baliho dalam kondisi kuat guna mengurangi potensi dampak cuaca ekstrem selama masa peralihan musim," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta

Rupiah Masih Rentan - 3 November 2026

1.5 jam yang lalu | Rizal Azhari

Ekonomi
Rupiah Masih Rentan - 3 Nov...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Polemik Kadar Emas, Konsumen Soroti Perbedaan Hasil Pengujian

Polemik Kadar Emas, Konsumen Soroti Perbedaan Hasil Pengujian

02 Nov 2026
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.