Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Bukan Cuma Stok, Ini Modal Usaha Frozen Food yang Harus Dimiliki Pemula

27 Selasa, 06 Okt 2026, 11:45 WIB | Oleh: Tim Penulis
Bukan Cuma Stok, Ini Modal Usaha Frozen Food yang Harus Dimiliki Pemula Bukan Cuma Stok, Ini Modal Usaha Frozen Food yang Harus Dimiliki Pemula Doc: IST
Ket. Ilustrasi bisnis frozen food.

Usaha frozen food masih menjadi pilihan populer bagi pelaku usaha pemula. Alasannya masuk akal, produknya tahan lama, permintaannya stabil sepanjang tahun, dan modal awalnya terlihat jauh lebih ringan dibanding membuka usaha kuliner dengan tempat makan.

Namun justru di kata "terlihat" itulah persoalannya. Banyak pemula menghitung modal berdasarkan harga stok pertama, lalu terkejut ketika biaya yang sesungguhnya muncul belakangan. Bukan pada pembelian barang, melainkan pada cara barang itu disimpan dan dipindahkan.

Komponen modal yang sebenarnya

Anggaran usaha frozen food setidaknya terdiri dari lima pos. Pertama, pembelian stok awal. Kedua, sarana penyimpanan, baik berupa freezer maupun sewa ruang pendingin. Ketiga, peralatan penunjang seperti timbangan, kemasan, dan alat pengemas vakum. Keempat, legalitas usaha dan sertifikasi produk. Kelima, biaya pemasaran dan distribusi.

Dari kelima pos itu, penyimpanan adalah yang paling sering diremehkan. Pelaku usaha pemula umumnya memulai dengan freezer rumah tangga, yang secara biaya memang paling murah. Persoalan muncul ketika volume bertambah. Freezer rumah tangga tidak dirancang untuk buka tutup berulang sepanjang hari, dan fluktuasi suhu yang terjadi akibat kebiasaan itu adalah penyebab paling umum turunnya kualitas produk beku.

Sumber stok menentukan margin sejak awal

Sebelum membicarakan soal penyimpanan, pertanyaan pertama yang perlu dijawab adalah dari mana stoknya berasal. Pilihannya biasanya ada tiga: membeli dari distributor besar, mengambil dari pedagang perantara, atau langsung dari importir dan pemilik gudang.

Selisih harga antara jalur ini bisa signifikan, terutama untuk komoditas seperti daging sapi dan kerbau beku yang sebagian besar pasokannya berasal dari impor. Semakin panjang rantai perantara, semakin tipis margin yang tersisa di tangan pelaku usaha kecil.

Sebagian pemain besar kini membuka jalur ritel langsung untuk menjangkau pembeli skala kecil. toko daging nusantara, misalnya, merupakan jaringan gerai ritel milik PT Suri Nusantara Jaya yang menjual daging impor dan produk pangan lainnya, dengan pasokan daging segar yang dikirim setiap hari ke gerai. Produknya bersertifikat halal dan dilengkapi Nomor Kontrol Veteriner atau NKV, dua dokumen yang menjadi syarat dasar peredaran produk hewan di Indonesia. Gerainya berada di kawasan Jakarta Selatan, dan induk usahanya juga menjalankan lini makanan dan minuman, logistik, serta manufaktur pangan.

Bagi pemula, membeli dari gerai ritel seperti ini memberi keuntungan berupa kejelasan dokumen produk. Persoalan legalitas produk hewan sering baru disadari ketika pelaku usaha hendak menjual ke pasar yang lebih besar, dan pada titik itu stok tanpa dokumen menjadi beban.

Rantai dingin: pos yang menentukan usaha bertahan atau tidak

Setelah stok ada, pertanyaan berikutnya adalah di mana menyimpannya. Di sinilah skala usaha menentukan pilihan.

Untuk volume kecil, freezer komersial sudah memadai. Namun begitu usaha bertumbuh, membeli unit pendingin sendiri menjadi keputusan yang mahal. Selain harga unit, ada biaya listrik yang berjalan terus, biaya perawatan, dan risiko kerusakan yang bisa menghabiskan seluruh stok dalam hitungan jam.

Alternatifnya adalah menyewa ruang penyimpanan berpendingin. Penyedia seperti suri nusantara jaya cold storage menawarkan penyewaan gudang beku, gudang chiller, dan ruang pendingin dengan jaminan suhu, termasuk fasilitas air blast freezer untuk pembekuan cepat. Fasilitasnya berada di kawasan Cikarang, Bekasi, dan melayani kebutuhan penyimpanan produk pangan seperti daging, produk laut, dan bahan baku industri makanan.

Skema sewa mengubah struktur biaya dari belanja modal menjadi biaya operasional. Bagi usaha yang sedang bertumbuh, perubahan ini penting karena kapasitas bisa disesuaikan naik turun mengikuti permintaan, tanpa mengunci dana di aset yang sulit dijual kembali.

Membandingkan tiga pilihan penyimpanan

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Polisi Jambi Tangkap Tiga Pelaku Pembobol Pipa Pertamina
    percayalah pencurian tidak akan terjadi kalau biaya hidup ...
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...

Iran Jinakkan Inflasi untuk Redam Sanksi AS

31 menit yang lalu | Deri Henriawan

Luar Negeri
Iran Jinakkan Inflasi untuk...
Megapolitan
Operasi Patuh Jaya Bidik Pe...

Petugas SPBU Bintaro Dipecat, Masih Adakah SPBU yang Jujur?

36 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Petugas SPBU Bintaro Dipeca...
Megapolitan
Warga Didorong Mengganti Be...
Megapolitan
Jakarta-Bekasi Perpanjang K...
Advertisement
Mentan Tegaskan Pasokan Beras Aman jelang Nataru

Mentan Tegaskan Pasokan Beras Aman jelang Nataru

26 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.