Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Stimulus Fiskal Kuartal IV 2026 Dinilai Jadi Bantalan Daya Beli, Bukan Pendorong Utama Pertumbuhan

2 Selasa, 06 Okt 2026, 06:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
Stimulus Fiskal Kuartal IV 2026 Dinilai Jadi Bantalan Daya Beli, Bukan Pendorong Utama Pertumbuhan Stimulus Fiskal Kuartal IV 2026 Dinilai Jadi Bantalan Daya Beli, Bukan Pendorong Utama Pertumbuhan Doc: Antara
Ket. Pengunjung melihat produk UMKM, saat digelarnya Sumbar Creative Economy Festival di Padang, Sumatera Barat, Jumat (28/8).

Jakarta – Kepala Ekonom Permata Bank Josua Pardede menilai stimulus fiskal yang akan digelontorkan pemerintah pada kuartal IV 2026 efektif menjadi bantalan daya beli masyarakat.

"Stimulus fiskal kuartal IV akan cukup efektif untuk menahan pelemahan konsumsi rumah tangga, tetapi lebih tepat dilihat sebagai bantalan daya beli daripada pendorong pertumbuhan yang besar," kata Josua saat dihubungi ANTARA di Jakarta, Senin (5/10).

Menurut Josua, inflasi September 2026 yang berada pada level 3,28 persen lebih banyak dipengaruhi oleh kenaikan harga pangan dan faktor pasokan.

Ia menyoroti sejumlah tekanan inflasi yang berasal dari harga pangan dan energi, pelemahan nilai tukar rupiah, risiko El Nino, serta kenaikan biaya bahan baku impor.

Dalam kondisi tersebut, Josua menilai desain stimulus kuartal IV relatif tepat sasaran karena langsung menyentuh dua komponen yang menentukan konsumsi kelompok bawah dan menengah bawah.

Pemerintah menyiapkan bantuan beras 10 kilogram per bulan selama Oktober–Desember 2026 bagi sekitar 33,24 juta keluarga penerima manfaat (KPM) desil 1–4 dengan anggaran Rp17,5 triliun.

Selain itu, pemerintah menyalurkan Bantuan Subsidi Upah (BSU) sebesar Rp300 ribu per bulan selama tiga bulan kepada 13,3 juta pekerja dengan anggaran hampir Rp12 triliun.

"Bantuan pangan bekerja dengan mengurangi pengeluaran rumah tangga untuk kebutuhan pokok sehingga pendapatan dapat dialihkan ke kebutuhan lain, sedangkan bantuan upah langsung meningkatkan pendapatan yang dapat dibelanjakan," jelas Josua.

Meski demikian, ia memperkirakan stimulus tersebut lebih berperan menjaga konsumsi agar tidak melemah daripada mendorong lonjakan konsumsi.

Efektivitas kebijakan tersebut juga bergantung pada perkembangan harga. Jika harga pangan, energi, dan transportasi terus meningkat, tambahan pendapatan masyarakat berisiko habis untuk membeli barang yang sama dengan harga lebih tinggi.

Dari sisi pasokan, peningkatan daya beli juga perlu diimbangi kecukupan produksi dan distribusi pangan agar tidak kembali memicu tekanan harga.

Kecepatan pencairan turut menjadi faktor penting. Jika bantuan tersalurkan sejak Oktober atau awal November, dampaknya terhadap konsumsi akhir tahun diperkirakan lebih besar, termasuk menjelang Natal dan Tahun Baru.

Sebaliknya, keterlambatan pencairan hingga akhir Desember dapat membuat dampak stimulus terhadap pertumbuhan kuartal IV lebih terbatas.

Oleh karena itu, Josua menilai ukuran keberhasilan kebijakan tersebut bukan semata-mata dari besaran anggaran yang tersalurkan, tetapi dari kemampuan menjaga konsumsi riil kelompok penerima tanpa menimbulkan tekanan harga tambahan yang berarti.

"Dengan inflasi inti yang masih terkendali, ruang untuk stimulus yang terarah seperti ini masih ada; tantangannya adalah memastikan penyaluran cepat dan pasokan pangan cukup agar stimulus tidak habis hanya untuk membayar kenaikan harga," tuturnya.

Stimulus Kuartal IV

Sebelumnya, pemerintah menyiapkan sejumlah kebijakan stimulus ekonomi untuk kuartal IV 2026 yang berfokus pada perlindungan daya beli masyarakat, perluasan kesempatan kerja, dan keberlanjutan dunia usaha.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...

Yamaha Mundur dari MotoGP Qatar karena Situasi Timur Tengah

18 menit yang lalu | Benny Mudesta Putra

Olahraga
Yamaha Mundur dari MotoGP Q...
Advertisement
Kerusuhan Migran Menjalar ke Swiss, Citra sebagai Negara Paling Stabil di Eropa Terancam

Kerusuhan Migran Menjalar ke Swiss, Citra sebagai Negara Paling Stabil di Eropa Terancam

01 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.