Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tumpukan Sampah Masih Terlihat di Kawasan Kolong Jembatan Pasupati Kota Bandung

📅 Senin, 14 Sep 2026, 23:17 WIB | Oleh: Tim Penulis
Tumpukan Sampah Masih Terlihat di Kawasan Kolong Jembatan Pasupati Kota Bandung Doc: Antara
Ket. Sekretaris Daerah Jawa Barat Herman Suryatman saat memimpin aksi gerakan bersih-bersih di kawasan Taman Skateboard, kolong Jembatan Pasteur Surapati atau Pasupati (Jembatan Mochtar Kusumaatmadja), Kota Bandung, Sabtu (12/9/2026).

Bandung - Sekretaris Daerah Jawa Barat Herman Suryatman menyoroti masih menumpuknya sampah di kawasan kolong Jembatan Pasupati (Jembatan Mochtar Kusumaatmadja), Kota Bandung, serta mendesak unsur kewilayahan untuk membenahi pengelolaan persampahan langsung dari hulu.

Ia menilai penataan dan kebersihan di bawah salah satu ikon wajah Kota Bandung tersebut harus dilakukan secara konsisten dan tidak boleh ditunda lagi.

"Saat bebersih di bawah Jembatan Pasupati. Kita lihat bagaimana sampahnya menumpuk luar biasa. Kolong Jembatan Pasupati harus bersih dan tidak pakai lama," ujar Herman di Bandung, Senin.

Herman mengingatkan bahwa aksi tangkap sampah di lokasi tidak akan menyelesaikan akar masalah jika perilaku pembuangan tidak diubah.

Oleh karena itu, ia meminta jajaran tingkat kecamatan hingga kelurahan aktif turun mengedukasi masyarakat guna mengurai timbulan sampah sejak dari rumah tangga melalui pemilahan, pemanfaatan ulang, dan daur ulang.

"Komponen kecamatan harus membantu mengedukasi masyarakat untuk mengurangi sampah dari rumah tangga, memanfaatkan sampah dan mendaur ulang sampah sejak dari rumah tangga," ucapnya.

Langkah pengurangan sampah dari hulu ini dinilai kian mendesak mengingat kondisi Tempat Pengolahan dan Pemrosesan Akhir Sampah (TPPAS) Sarimukti yang daya tampungnya semakin kritis dan terbatas.

"Seperti sampah-sampah ini, ujungnya dibuang ke TPS Sarimukti, sementara Sarimukti sudah penuh," kata Herman.

Ia menegaskan keberhasilan penanganan sampah perkotaan sangat bergantung pada komitmen kewilayahan dalam menghentikan suplai sampah ke TPPAS Sarimukti.

"Jadi kami minta komitmen unsur kewilayahan, terutama kecamatan, agar permasalahan persampahan ini diselesaikan sejak dari hulu," tutur Herman.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Bos Perusahaan AI Dunia Ingin Perlambat Pengembangan, Persaingan AS-Tiongkok Jadi Hambatan
    Sangat disayangkan melihat bagaimana niat baik untuk mengkaji ...
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
Nasional
KPK Sita Uang Ratusan Milia...
Olahraga
Lamine Yamal Sebut Mbappe S...

Bromo Ditutup, Danau Kawah Ranu Regulo Jadi Pelipur Lara Wisatawan

30 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Daerah
Bromo Ditutup, Danau Kawah ...
Daerah
Penyekatan Diperkuat Agar K...
Advertisement
Update Klasemen Super League 2026/27: Bali United di Posisi Puncak Dibayangi Madura United dan Persija, PSS Sleman Masih Tanpa Poin

Update Klasemen Super League 2026/27: Bali United di Posisi Puncak Dibayangi Madura United dan Persija, PSS Sleman Masih Tanpa Poin

14 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.