Menpar Undang Investor Masuk ke 13 Destinasi Prioritas dan 10 KEK Pariwisata
📅 Sabtu, 12 Sep 2026, 14:15 WIB | Oleh: Tim PenulisJAKARTA - Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana mendorong secara aktif para investor asing dan mitra internasional untuk menanam investasi ke 13 Destinasi Prioritas dan 10 Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata.
Dalam keterangan resmi yang dikonfirmasi di Jakarta, Jumat, Widiyanti menyampaikan bahwa Indonesia memiliki potensi yang besar untuk memperluas investasi di sektor pariwisata, baik dari sisi wilayah maupun ragam usaha. Hal ini dapat dilihat dari realisasi investasi pariwisata Indonesia yang mencapai rekor Rp73,56 triliun pada 2025.
Sekitar 76,5 persen investasi pariwisata berada di Jakarta dan Bali, dengan 75 persen di antaranya berupa pembangunan hotel dan restoran. Hal itu dia sampaikan dalam forum "Monthly Economic Diplomatic Breakfast" bersama Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia, Jumat.
"Karenanya kami saat ini melakukan diversifikasi investasi di destinasi prioritas lainnya di luar Bali dan Jakarta," kata Widiyanti.
Ia menyebut sejumlah destinasi di luar kawasan tersebut menunjukkan pertumbuhan kunjungan yang kuat pada awal 2026. Kunjungan wisatawan ke Danau Toba, misalnya, tumbuh lebih dari 106 persen, sedangkan Lombok–Gili Tramena meningkat 72,1 persen.
Labuan Bajo juga terus menunjukkan pertumbuhan kunjungan dan menjadi salah satu destinasi yang memiliki prospek pengembangan investasi pariwisata.
Di sisi lain peluang pemerataan investasi semakin terbuka seiring dengan pergeseran pola perjalanan wisatawan yang tidak lagi hanya berpusat di Jawa dan Bali.
Widiyanti menilai ini akan memperluas manfaat ekonomi sektor pariwisata melalui penciptaan lapangan kerja, pengembangan usaha, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Melalui dukungan KADIN Indonesia, Kementerian Pariwisata ingin mengarahkan investasi pada sektor yang lebih beragam di luar hotel dan restoran, khususnya infrastruktur pendukung aksesibilitas, seperti marina kapal pesiar, serta pengembangan daya tarik wisata baru.
Diversifikasi tersebut diharapkan dapat membentuk ekosistem pariwisata yang semakin kuat sekaligus membuka lebih banyak peluang ekonomi bagi daerah.
“Pemerintah menyediakan berbagai fasilitas kemudahan, mulai dari pengurangan pajak penghasilan (tax allowance), insentif bagi industri padat karya, hingga pembebasan bea masuk untuk peralatan wisata dan yacht” kata dia.
Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Luar Negeri di KADIN Indonesia James Riady menyampaikan, di tengah pertumbuhan ekonomi yang berada di bawah tekanan, pariwisata menjadi salah satu sektor dengan pertumbuhan yang sangat signifikan.
James mengatakan pariwisata Indonesia sangat unik karena Indonesia tidak harus berinvestasi pada asetnya lebih dulu karena punya pantai, laut, lokasi menyelam, diving, hutan, budaya, dan lainnya.
Namun tantangannya adalah bagaimana mengubah potensi tersebut menjadi jumlah kedatangan wisatawan, lama tinggal, pengeluaran, investasi, lapangan kerja, dan kunjungan berulang.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!