Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Usai Laporan Warga Meledak, Dinkes Madiun Turun Gunung Verifikasi Kasus Stunting

📅 Jumat, 11 Sep 2026, 01:05 WIB | Oleh:
Usai Laporan Warga Meledak, Dinkes Madiun Turun Gunung Verifikasi Kasus Stunting Doc: ANTARA/HO-Dinkes Kota Madiun
Ket. Tim Dinkes PPKB Kota Madiun melakukan verifikasi atas temuan kasus stunting anak di wilayah Kecamatan Kartoharjo, guna mendapat penanganan lebih lanjut, Kamis (10/9).

MADIUN - Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinkes PPKB) Kota Madiun menerjunkan tim untuk memverifikasi temuan kasus balita stunting di Kelurahan Kartoharjo dan Oro-Oro Ombo, Jawa Timur, Kamis (10/9).

"Verifikasi kasus stunting anak dilakukan di dua tempat, yakni di Jalan Perintis Kelurahan Kartoharjo dan Jalan Seroja Kelurahan Oro oro Ombo," ujar Ketua Tim Kerja Kesehatan Ibu, Balita, dan Gizi Masyarakat Dinkes PPKB Kota Madiun Heni Siswati dalam keterangannya di Madiun, Kamis.

Menurut dia, temuan kasus stunting anak di wilayah tersebut diketahui dari tindak lanjut usulan permasalahan yang disampaikan Kecamatan Kartoharjo dalam rangka kegiatan Wali Kota Bersama Rakyat, Pemerintah Kota Madiun. Dalam kegiatan itu dilaporkan terdapat balita yang diduga mengalami stunting, sehingga perlu pengecekan.

Verifikasi kemudian perlu dilakukan untuk memastikan kondisi faktual di lapangan, mengidentifikasi kebutuhan masyarakat, serta melihat kemungkinan tindak lanjut atas setiap permasalahan yang telah diusulkan.

"Melalui kolaborasi dan respons cepat, Pemerintah Kota Madiun terus berupaya memastikan setiap aspirasi masyarakat mendapat perhatian dan tindak lanjut yang tepat," katanya.

Ia menambahkan bahwa permasalahan gizi masih menjadi tantangan yang perlu mendapat perhatian bersama semua elemen, tidak hanya oleh Dinkes PPKB Kota Madiun. Adapun masalah gizi tersebut mulai dari kasus gizi buruk, gizi kurang, gizi lebih, hingga stunting.

"Kondisi itu memerlukan perhatian dan penanganan bersama secara komprehensif serta berkelanjutan,agar kasus gizi, terlebih stunting di Kota Madiun dapat dicegah dan ditangani dengan baik," katanya.

Berdasarkan data Dinkes PPKB Kota Madiun, kasus stunting saat ini mencapai 5,6 persen atau sebanyak 451 anak dan terus diupayakan untuk berkurang.

Pemkot Madiun terus melakukan pemantauan terhadap kasus stunting serta menjalankan berbagai program intervensi. Di antaranya pemberian makanan tambahan bagi anak stunting, ibu hamil, dan ibu menyusui melalui Dinas Kesehatan.

Upaya pencegahan juga gencar dilakukan, di antaranya dengan pemberian tablet tambah darah pada siswa putri secara berkala, edukasi pencegahan stunting pada calon pengantin putri sebagai bekal pengetahuan untuk mencetak ibu cerdas yang dapat memberikan pola asuh tepat pada anak agar tumbuh kembangnya optimal. Serta kampanye program Gemarikan pada siswa sekolah hingga kader PKK.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.