Gebuk Judol Ronde 3 Dorong Masyarakat Kenali Risiko dan Laporkan Judi Online
📅 Kamis, 01 Okt 2026, 19:20 WIB | Oleh: Haryo BronoJAKARTA — Grab Indonesia dan OVO bersama Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) melalui Direktorat Jenderal Pengawasan Ruang Digital serta Universitas Terbuka (UT) meluncurkan Gebuk Judol (Gerakan Bareng Ungkap Judi Online) Ronde 3 pada 1 Oktober 2026.
Program ini tidak hanya melanjutkan mekanisme pelaporan masyarakat terhadap indikasi judi online, tetapi juga memperluas pendekatan melalui edukasi keamanan digital. Materi yang diberikan mencakup risiko judi online, penipuan atau scam, rekayasa sosial (social engineering), penyalahgunaan data pribadi, hingga penyalahgunaan layanan keuangan digital.
Peluncuran Gebuk Judol Ronde 3 ditandai dengan deklarasi dan sesi edukasi literasi siber bertajuk “Cerdas Berteknologi, Bersama Gebuk Judol”. Kegiatan tersebut membahas tiga pilar utama, yakni Kenali Risiko, Lindungi Diri, dan Ambil Peran.
Sejumlah pejabat dan perwakilan lembaga turut hadir dalam kegiatan tersebut, antara lain Direktur Jenderal Pengawasan Ruang Digital Komdigi Alexander Sabar, President Director OVO Karaniya Dharmasaputra, serta Deputi Bidang Analisis dan Transaksi Keuangan PPATK Danang Tri Hartono.
Edukasi Keamanan Digital Masuk GrabAcademy
Salah satu perluasan program pada Ronde 3 dilakukan melalui integrasi materi edukasi keamanan digital ke dalam GrabAcademy. Platform tersebut merupakan sarana pengembangan keterampilan bagi Mitra Pengemudi Grab dan Mitra GrabMerchant.
Menurut Grab, sepanjang 2025 GrabAcademy telah diakses lebih dari 1,15 juta Mitra Pengemudi. Platform tersebut juga menjadi bagian dari program Mitra Naik Kelas, termasuk melalui perluasan akses beasiswa pendidikan tinggi bagi Mitra Pengemudi dan Mitra GrabMerchant di Universitas Terbuka.
Melalui integrasi materi Gebuk Judol, para mitra mendapatkan pembelajaran mengenai sejumlah risiko yang dapat muncul dalam aktivitas digital sehari-hari.
Materi tersebut dibagi dalam tiga pilar. Pada tahap “Kenali Risiko”, peserta diperkenalkan dengan berbagai modus rekayasa sosial, scam, dan judi online. Selanjutnya, pada bagian “Lindungi Diri”, peserta mendapatkan panduan untuk menjaga data pribadi dan keamanan akun keuangan digital.
Sementara pada pilar “Ambil Peran”, peserta mendapatkan informasi mengenai cara melaporkan akun atau aktivitas yang terindikasi terkait judi online melalui aplikasi OVO maupun kanal resmi Gebuk Judol.
Chief Executive Officer Grab Indonesia, Neneng Goenadi, mengatakan edukasi keamanan digital menjadi salah satu bagian dari upaya pemberdayaan mitra melalui GrabAcademy.
“Melalui integrasi materi Gebuk Judol ke dalam GrabAcademy, kami ingin membantu para mitra mengenali berbagai risiko di ruang digital, melindungi data dan akun mereka, serta mengetahui langkah yang dapat dilakukan saat menemukan aktivitas yang terindikasi sebagai judi online,” ujar Neneng di Garuda Spark Innovation Hub, fX Sudirman, Jakarta, pada hari Kamis (1/10).
Kolaborasi Pemerintah, Industri, dan Pendidikan
Gebuk Judol Ronde 3 melibatkan tiga kelompok utama, yakni pemerintah, pelaku industri, dan institusi pendidikan. Pemerintah berperan dalam pengawasan serta penindakan di ruang digital, sementara industri menyediakan ekosistem dan kanal edukasi serta pelaporan. Universitas Terbuka turut mendukung aspek pendidikan dan pengembangan materi pembelajaran.
Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, mengatakan penguatan keamanan ruang digital membutuhkan keterlibatan pemerintah dan masyarakat.
Menurut Meutya, pemerintah terus melakukan pengawasan dan penindakan terhadap aktivitas ilegal di ruang digital, termasuk judi online. Di sisi lain, masyarakat dinilai memiliki peran melalui kemampuan mengenali risiko dan melaporkan aktivitas yang terindikasi melanggar hukum.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!