Agrinas Palma dan Pertamina Bahas Pengembangan Bioenergi dari Hulu hingga Hilir
📅 Jumat, 11 Sep 2026, 13:20 WIB | Oleh: Haryo BronoDikembangkan hingga Bioetanol
Selain biodiesel, pembahasan kerja sama juga mencakup pengembangan ekosistem bioetanol terintegrasi di Kalimantan Timur. Program tersebut dirancang dengan menghubungkan pengembangan perkebunan singkong dengan fasilitas pengolahan, penyediaan energi, logistik, hingga penyerapan hasil produksi.
Model integrasi tersebut menempatkan bahan baku pertanian sebagai bagian dari rantai industri energi. Dengan demikian, pengembangan bioenergi tidak hanya berfokus pada fasilitas pengolahan, melainkan juga mencakup ketersediaan bahan baku dan infrastruktur pendukung hingga pasar produk.
Ruang lingkup kerja sama Agrinas Palma dan Pertamina juga direncanakan mencakup investasi, pemanfaatan produk samping, penyediaan bahan baku, pembangkit listrik, aspek keberlanjutan, logistik dan distribusi, riset dan teknologi, serta penyerapan produk.
Setelah pertemuan tersebut, kedua pihak akan memfinalisasi perluasan ruang lingkup nota kesepahaman. Kajian teknis dan bisnis terhadap sejumlah proyek yang dinilai siap diimplementasikan juga akan dipercepat.
Kolaborasi tersebut diarahkan tidak hanya untuk meningkatkan pasokan energi berbasis sumber daya terbarukan, melainkan juga mendorong hilirisasi sektor perkebunan. Pemanfaatan bahan baku perkebunan dan pertanian untuk industri bioenergi diharapkan dapat meningkatkan nilai tambah komoditas sekaligus memperkuat ketahanan dan kemandirian energi nasional.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!